Lombok Timur, PorosLombok.com | Pemuda merupakan ujung Tombak kemajuan sebuah desa. Karena itu Pemerintah desa, jangan sampai berpangku tangan melihat inovasi para pemuda untuk membangun Desa. Pemuda Desa adalah Aset Desa yang harus diajak dan didukung untuk membangun Desa.
Kadis PMD kabupaten Lombok Timur, Drs.Salmun Rahman menegaskan bahwa kegiatan yang dilaksanakan oleh para pemuda di desa harus disuport maksimal, jangan sampai para kepala desa lepas tangan, karena dimasing-masing desa telah dititipkan anggaran untuk kegiatan pemuda.
“Jadi apapun kegiatan yang dilakukan para pemuda di Desa, sepanjang untuk kebaikan dan.kemajuan desa, walaupun bukan kegiatan yang digagas Karang Taruna, harus di support,”tegasnya, Jumat (09/08).
Dijelaskannya, saat ini telah banyak inovasi yang telah dibuat oleh para pemuda desa di Kabupaten Lombok Timur, seperti Alunan Budaya desa Pringgasela, Gawe Desa Ngalun Aiq Aiqdewa, Gawe Adat Inan Dowe Desa Loyok, dan beberapa event lainnya, tentu ini patut disyukuri karena para pemuda ini mampu berinovasi.
“Jangan berpangku tangan apalagi tidak mendukung kreativitas pemuda buat event-event di desa karena takut tersaingi. Tidak elok kalo ada Aparat Desa merasa tersaingi jika ada kegiatan-kegiatan atau event-event yg digagas pemuda desa. Sepanjang kegiatan itu positif harus didukung dan disupport. Desa harus merasa bangga masih ada para pemuda yang mau berinovasi, ketimbang mereka main judi online,” bebernya.
Karena kata Salmun, dengan banyaknya para pemuda yang kreatif di desa tentunya akan berdampak tehadap pengurangan peredaran Narkoba, judi Online, dan beberapa kegiatan negatif lainnya, karena bagaimanapun terkadang iklim yang kurang bagus dapat memicu terjadi kegiatan-kegiatan negatif di kalangan pemuda terutama di desa.
“Coba kita bayangkan kalau di desa pemudanya vakum tidak ada inovasi, wajar banyak yang akan main judi online, kemudian menggunakan narkoba, kenapa karena mereka bingung harus mengerjakan apa, jadi itu pentingnya inovasi, jadi pemuda ini harus dibuatkan semacam kesibukan tempat mereka berekspresi,” pungkasnya.
Ia berharap para kepala desa harus membangun kolaborasi yang baik dengan para pemuda di desa, karena seperti kata Wamendes PDTT, Budi Arie Setiadi Beberapa Waktu yang lalu bahwa desa tanpa anak muda adalah desa tanpa harapan.
“Mari para kepala desa bantu para pemuda kita, karena itu memang kewajiban kita,”pungkasnya.
(Arul/PorosLombok)














