(PorosLombok.com) – Pemerintah Desa Loyok, Kecamatan Sikur, kembali menggelar pelelangan terbuka tanah pecatu.
Langkah ini menjadi penegasan komitmen desa dalam mengelola aset secara transparan dan akuntabel, sekaligus berdampak langsung pada peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes).
Pelelangan yang berlangsung di Aula Kantor Desa Loyok, mencatatkan hasil yang melonjak signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Selasa (30/12/2025).
Dari kegiatan ini, PADes Desa Loyok tembus hingga Rp160 juta.
Antusiasme warga terlihat sejak awal kegiatan. Puluhan masyarakat hadir dan ikut bersaing sebagai peserta lelang.
Suasana kompetitif terasa, namun tetap berjalan tertib tanpa gesekan berarti.
Proses lelang turut disaksikan perangkat desa, Bhabinkamtibmas/Polmas, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta sejumlah tokoh masyarakat.
Kehadiran mereka sekaligus menjadi bentuk pengawasan agar pelelangan berjalan terbuka dan fair.
Setiap bidang tanah pecatu ditawarkan dengan harga dasar yang telah disepakati sebelumnya. Selanjutnya, lahan dilepas kepada peserta dengan penawaran tertinggi sesuai mekanisme lelang terbuka.
Sekretaris Desa Loyok sekaligus Ketua Panitia, M. Isnaini, menyebut lonjakan hasil lelang sebagai sinyal kuat meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap tata kelola aset desa.
Menurut Isnaini, tingginya partisipasi warga tahun ini berpengaruh langsung terhadap capaian pendapatan desa. Seluruh hasil lelang dipastikan masuk ke kas desa sebagai PADes.
“Total pendapatan dari lelang sewa tanah pecatu desa tahun ini mencapai Rp160 juta. Dana ini akan digunakan untuk mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa Loyok,” ujarnya.
Ia menambahkan, tidak seluruh bidang tanah pecatu dilelang. Sekitar 75 are lahan sawah sengaja dipertahankan karena telah dialokasikan untuk kepentingan umum.
“Lahan tersebut direncanakan untuk pembangunan Lapangan Umum Desa Loyok dan gedung Koperasi Merah Putih,” pungkas Isnaini.
(Erwin/PorosLombok)
















