Lombok Timur Peringkat Dua Pertumbuhan Ekonomi Nusa Tenggara Barat

Ekonomi Lombok Timur melesat ke peringkat dua di NTB berkat geliat UMKM, pertanian, dan program Makan Bergizi Gratis. DPRD optimis tren positif ini terus meningkatkan daya beli masyarakat.

PorosLombok.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lombok Timur mengonfirmasi lonjakan signifikan aktivitas ekonomi daerah yang kini menempati posisi kedua di tingkat provinsi.

​Laju positif ini dipicu oleh geliat sektor UMKM dan pertanian yang menjadi tulang punggung pendapatan warga. Keberhasilan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok turut memperkuat daya beli masyarakat di seluruh pelosok desa.

​“DPRD Lombok Timur optimis pertumbuhan ekonomi daerah semakin baik lewat kontribusi nyata sektor UMKM,” ujar Ketua DPRD Lombok Timur, Muhammad Yusri.Jumat (03/04/2027).

​Selaras dengan hal itu, Yusri menjelaskan bahwa posisi strategis sebagai peringkat kedua di NTB merupakan buah dari kerja keras semua pihak. Pemerintah daerah terus mendorong penguatan basis ekonomi lokal agar tetap kompetitif.

​“Alhamdulillah ini kan dampak dari pergerakan ekonomi di daerah ini, terutama di sektor usaha mikro,” katanya.

​Lebih lanjut, keberadaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) terbukti memberikan stimulan besar terhadap sirkulasi keuangan daerah. Inisiatif tersebut mampu menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah masif sekaligus mengamankan serapan hasil tani.

Kontribusi Program Makan Bergizi Gratis Terhadap Ekonomi Lombok Timur

​Program nasional ini menciptakan ekosistem bisnis baru bagi penyedia jasa boga dan distributor bahan pangan di tingkat kecamatan. Transformasi ini secara otomatis meningkatkan standar kesejahteraan para pelaku usaha kecil di wilayah tersebut.

​“Saya rasa dengan adanya program MBG ini juga memberikan kontribusi sangat besar bagi kita,” jelasnya.

​Sesuai dengan data, pengendalian inflasi yang mumpuni menjadi faktor kunci dalam menjaga indikator daya beli tetap stabil. Keberhasilan ini berdampak langsung pada terciptanya lapangan kerja baru yang menyerap pengangguran di produktivitas daerah.

​Momentum pertumbuhan impresif ini diyakini akan terus berlanjut hingga akhir tahun anggaran mendatang. Meski pendataan periode 2026 masih berjalan, optimisme legislatif tetap tinggi melihat gairah pasar yang semakin dinamis dan kuat.

​“Pertumbuhan ekonomi ini menunjukkan dampak nyata dari keberadaan program Makan Bergizi Gratis bagi masyarakat,” katanya.

​Di sisi lain, DPRD berkomitmen mengawal setiap kebijakan agar berpihak pada keberlanjutan pendapatan rakyat kecil. Sinergi antara pemerintah dan pelaku pasar menjadi syarat mutlak untuk mempertahankan prestasi ekonomi di level tertinggi provinsi.

​“Ketua DPRD menyatakan optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi daerah yang saat ini menempati peringkat kedua di Nusa Tenggara Barat,” pungkasnya.*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Bank NTb

TERBARU