PorosLombok.com – Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin mengalokasikan anggaran sebesar Rp 30 miliar untuk penyaluran bantuan sembako bagi masyarakat kategori miskin ekstrem yang masuk dalam desil satu hingga dua.
Pemerintah daerah memfokuskan pendistribusian logistik pangan tersebut sebagai langkah strategis untuk meringankan beban ekonomi warga saat menjalankan ibadah di bulan suci sekaligus memastikan kebahagiaan menyambut hari raya Idulfitri.
“Kita berikan bantuan ini supaya rasa bahagia menghadapi lebaran itu sama. Kalau ada yang mengkritik, itu bagian dari perbedaan pikiran dan tidak masalah bagi kami,” ujar H. Haerul Warisin.Rabu (11/03/2026).
Sosok yang akrab disapa H. Iron ini menegaskan bahwa bantuan tersebut bukan untuk menciptakan ketergantungan, melainkan bentuk empati pemerintah dalam merespons kebutuhan mendesak di dapur masyarakat saat momen krusial.
Pihaknya berkomitmen untuk mempertahankan nilai anggaran bantuan sosial tersebut pada masa mendatang agar tidak mengalami penurunan, meski saat ini terdapat penyesuaian keuangan daerah yang cukup ketat.
“Kepala desa harus segera melaporkan jika terjadi perubahan nasib warga dalam perjalanan waktu agar data tetap akurat dan pemberian bantuan tidak lari dari aturan,” tegasnya.
Terkait sasaran penerima, Bupati menekankan bahwa penentuan desil sepenuhnya merujuk pada data yang diusulkan dan ditandatangani oleh para kades sebagai pihak yang paling memahami kondisi lapangan di setiap wilayah.
Eksistensi data kemiskinan sebesar 13,44 persen yang dirilis sebelumnya turut disanggah oleh Bupati karena melihat adanya tren positif pada pergerakan ekonomi lokal yang terus merangkak naik secara signifikan.
“Pertumbuhan ekonomi kita mencapai 6 persen yang artinya pasti ada penurunan angka orang miskin secara otomatis jika sensus ulang dilakukan oleh lembaga berwenang,” pungkasnya.*















