Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen H. Iron Optimis Angka Kemiskinan Turun di Lombok Timur

Bupati Lombok Timur H. Iron optimis angka kemiskinan turun seiring pertumbuhan ekonomi 6 persen. Pemkab gelontorkan Rp 30 miliar bantuan sembako untuk warga miskin ekstrem di momen Ramadan.

PorosLombok.com – Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin mengalokasikan anggaran sebesar Rp 30 miliar untuk penyaluran bantuan sembako bagi masyarakat kategori miskin ekstrem yang masuk dalam desil satu hingga dua.

​Pemerintah daerah memfokuskan pendistribusian logistik pangan tersebut sebagai langkah strategis untuk meringankan beban ekonomi warga saat menjalankan ibadah di bulan suci sekaligus memastikan kebahagiaan menyambut hari raya Idulfitri.

​“Kita berikan bantuan ini supaya rasa bahagia menghadapi lebaran itu sama. Kalau ada yang mengkritik, itu bagian dari perbedaan pikiran dan tidak masalah bagi kami,” ujar H. Haerul Warisin.Rabu (11/03/2026).

​Sosok yang akrab disapa H. Iron ini menegaskan bahwa bantuan tersebut bukan untuk menciptakan ketergantungan, melainkan bentuk empati pemerintah dalam merespons kebutuhan mendesak di dapur masyarakat saat momen krusial.

​Pihaknya berkomitmen untuk mempertahankan nilai anggaran bantuan sosial tersebut pada masa mendatang agar tidak mengalami penurunan, meski saat ini terdapat penyesuaian keuangan daerah yang cukup ketat.

​“Kepala desa harus segera melaporkan jika terjadi perubahan nasib warga dalam perjalanan waktu agar data tetap akurat dan pemberian bantuan tidak lari dari aturan,” tegasnya.

​Terkait sasaran penerima, Bupati menekankan bahwa penentuan desil sepenuhnya merujuk pada data yang diusulkan dan ditandatangani oleh para kades sebagai pihak yang paling memahami kondisi lapangan di setiap wilayah.

​Eksistensi data kemiskinan sebesar 13,44 persen yang dirilis sebelumnya turut disanggah oleh Bupati karena melihat adanya tren positif pada pergerakan ekonomi lokal yang terus merangkak naik secara signifikan.

​“Pertumbuhan ekonomi kita mencapai 6 persen yang artinya pasti ada penurunan angka orang miskin secara otomatis jika sensus ulang dilakukan oleh lembaga berwenang,” pungkasnya.*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU