PorosLombok.com — Pemerintah Kabupaten Lombok Timur resmi meluncurkan uji coba transformasi digitalisasi bantuan sosial melalui Portal Perlinsos untuk merombak total sistem pendataan bansos agar lebih transparan, akurat, dan tepat sasaran pada Jumat (31/7).
“Memberikan bantuan bukan hanya dalam bentuk sedekah, tetapi membantu mendata masyarakat juga merupakan pekerjaan yang sangat mulia,” kata Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin.
Haerul Warisin memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada ribuan agen dan seluruh unsur masyarakat yang terlibat langsung dalam agenda strategis tersebut. Kehadiran para agen di lapangan menjadi kunci utama untuk mengedukasi warga terkait penggunaan teknologi anyar dalam skema pendataan penerima manfaat.
“Para agen memiliki peran yang sangat penting dalam menyosialisasikan sekaligus membantu masyarakat memahami penggunaan sistem digital ini,” jelasnya.
Orang nomor satu di Lombok Timur itu mengaku sangat bersyukur atas kepercayaan penuh dari pemerintah pusat yang menunjuk wilayahnya menjadi salah satu daerah percontohan nasional. Kesempatan emas ini bakal dimaksimalkan untuk membenahi tata kelola data kemiskinan berbasis teknologi modern secara menyeluruh.
“Kita sangat berterima kasih karena Lombok Timur dipercaya menjadi satu dari 43 kabupaten dan kota percontohan transformasi digitalisasi bantuan sosial di Indonesia,” ujarnya.
Ia pun mengajak seluruh instansi teknis dan elemen masyarakat untuk memperkuat sinergi demi menuntaskan pemutakhiran data warga kurang mampu. Bagi Bupati, kerja keras seluruh tim di lapangan bukan sekadar pemenuhan kewajiban administratif pemda, melainkan aksi nyata kepedulian sosial bagi sesama.
“Ini menjadi salah satu upaya besar kita bersama untuk melakukan pemutakhiran data warga agar bantuan benar-benar sampai kepada yang berhak,” paparnya.
Menindaklanjuti arahan Bupati, Sekretaris Daerah Lombok Timur H. Muhammad Juaini Taofik membeberkan kesiapan teknis daerah dalam mengeksekusi program percontohan nasional tersebut. Pemerintah daerah langsung bergerak cepat melakukan akselerasi pendaftaran warga ke dalam ekosistem digital perlindungan sosial.
“Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mempercepat pendaftaran masyarakat Lombok Timur agar segera mengaplikasikan sistem digitalisasi perlindungan sosial,” tegasnya.
Juaini Taofik mengungkapkan pihaknya telah menerjunkan sebanyak 2.576 agen Perlinsos yang menyisir seluruh pelosok desa. Pasukan digital ini terdiri atas ribuan aparatur sipil negara, pendamping Program Keluarga Harapan, tenaga kesejahteraan sosial kecamatan, hingga pengurus lembaga sosial setempat.
“Total ada 1.243 ASN, 333 pendamping PKH, 16 TKSK, 143 LKS, 137 PSM, 254 perangkat desa, 400 kader lingkungan, serta 50 anggota FKDM yang kita kerahkan,” terangnya.
Pada gelombang pertama pendataan, pemerintah daerah membidik pendaftaran sasaran sebanyak 140.000 kepala keluarga yang masuk dalam kategori desil satu hingga desil empat. Setelah tahap awal tuntas, verifikasi data akan diperluas secara bertahap hingga menjangkau seluruh keluarga di daerah itu.
“Selanjutnya, proses pemutakhiran data akan kita lanjutkan secara menyeluruh terhadap sekitar 501.140 kepala keluarga di seluruh wilayah Kabupaten Lombok Timur,” ungkapnya.
Untuk menunjang kelancaran operasional di lapangan, para petugas langsung dibekali aktivasi Identitas Kependudukan Digital oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil setempat. Selain itu, perwakilan instansi teknis juga menggembleng para personel melalui pelatihan khusus pengoperasian Portal Perlinsos.
“Tujuannya untuk mempercepat pelayanan perlindungan sosial agar semakin cepat, semakin tepat sasaran, transparan, dan semakin akuntabel,” pungkasnya.*

















