PorosLombok.com — Kunjungan kerja maraton tiga menteri kabinet ke Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Ekas, Kecamatan Jerowaru, Jumat (31/7), menjadi angin segar bagi ribuan nelayan lokal di Lombok Timur. Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin bersama Wakil Bupati H. Moh. Edwin Hadiwijaya menyambut langsung rombongan Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, serta Menteri Desa Yandri Susanto.
“Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto memiliki komitmen yang sangat kuat untuk mengangkat derajat serta kesejahteraan para petani, peternak, dan nelayan di seluruh pelosok Indonesia,” kata Menko Pangan Zulkifli Hasan di hadapan ratusan nelayan Ekas.
Pemerintah pusat menaruh perhatian serius terhadap nasib para nelayan Ekas yang dinilai sangat rajin bekerja namun terus-menerus dirugikan oleh permainan harga para tengkulak. Ketidakadaan fasilitas pendingin makanan di kawasan pesisir memaksa nelayan melepas hasil tangkapan dengan harga sangat murah demi menghindari pembusukan.
“Kita ingin memutus pola lama yang merugikan ini agar nelayan kita bisa hidup senang, makmur, dan terhormat di tanah airnya sendiri tanpa takut terkepung hasil tangkapan nelayan asing,” ujarnya.
Tekanan ekonomi akibat ulah tengkulak membuat nelayan lokal terus terlilit utang hingga kalah bersaing dengan armada tangkap dari Vietnam, Thailand, maupun Tiongkok. Tanpa hadirnya intervensi langsung dari pemerintah, kawasan pesisir nasional dikhawatirkan akan makin terancam oleh dominasi asing.
“Jika pemerintah tidak hadir dan peduli secara nyata di lapangan, maka yang makmur justru nelayan asing, sementara kawasan pantai kita dikuasai oleh mereka,” tegasnya.
Menjawab tantangan mendesak tersebut, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bergerak cepat menyiapkan solusi komprehensif lewat penguatan infrastruktur pesisir. Penataan kawasan melalui program KNMP ini dijadwalkan beroperasi penuh mulai Desember mendatang untuk memotong rantai distribusi yang merugikan.
“Program Kampung Nelayan Merah Putih di Ekas ini akan meluncur dan beroperasi mulai Desember mendatang sebagai langkah nyata mengatasi persoalan nelayan,” jelas Sakti Wahyu Trenggono.
Kawasan terpadu ini dilengkapi dengan sarana penunjang modern mulai dari pabrik es, gudang beku (*cold storage*), tempat lelang ikan terintegrasi, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN), hingga bengkel armada. Selain itu, dibangun pula fasilitas sosial seperti tempat santai, warung, hingga area budidaya.
“Selain fasilitas pendingin dan SPBN, kawasan ini juga dilengkapi bale lelang, kios, hingga area budidaya lele, dan akan diberikan 40 kapal untuk nelayan KNMP,” ungkapnya.
Dukungan armada kapal baru dan fasilitas pengolahan modern ini diharapkan mampu melipatgandakan pendapatan nelayan sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional dari sektor laut. Bupati Lombok Timur menyambut optimistis bantuan besar-besaran dari jajaran menteri tersebut demi kesejahteraan warganya.
“Kami menyambut baik bantuan armada serta infrastruktur lengkap ini karena akan langsung menaikkan kelas sosial dan ekonomi nelayan di wilayah Jerowaru,”pungkasnya.

















