Lulus Jadi Sekolah Penggerak Nasional, SMPN 3 Sikur Siapkan Gebrakan Baru

Lombok Timur. Poroslombok – Meskipun berada di daerah pelosok, SMPN 3 Sikur kecamatan Sikur mampu menunjukkan taringnya dikancah Nasional. Kali ini sekolah tersebut lulus menjadi salah satu Sekolah Penggerak Nasinoal yang ada di NTB.

Tidak mudah bagi sekolah bisa lulus menjadi Sekolah Penggerak Nasional. Ada beberapa tahapan seleksi yang di lalui yaitu CV ( Curriculum Vitae ) Kepala Sekolah, kemudian tes skolastik, tes mengajar dan wawancara yang dilakukan oleh kepala sekolah.

Hal inilah yang disampaikan kepala sekolah SMPN 3 Sikur, Muslimin, S.Pd. saat dikonfirmasi di ruang kerjanya pada Kamis (17/6)

Dijelaskannya awal mula ia mengetahui sekolah penggerak tersebut melalui media online. Selain itu Kadis DIKBUD Lombok Timur juga mengarahkan kepada sekolah baik tingkat TK/PAUD, SD dan SMP untuk mengikuti seleksi Sekolah Penggerak tersebut.

“Jadi kepala sekolah yang mengikuti tes ini dan bagi kepala sekolah yang lulus seleksi maupun tes maka secara otomatis sekolah tempat tugasnya akan menjadi Sekolah Penggerak Nasional” jelasnya.

Selanjutnya ia menjelaskan hampir rata-rata sekolah tingkat TK/PAUD, SD dan SMP di Lombok Timur mendaftar seleksi Sekolah Penggerak. Pada seleksi tahap satu terangnya yang dinilai CV kepala sekolah, kemudian selesi tahap kedua yaitu tes skolastik. Dimana dari tes skolastik ini, jelas Muslimin dari sekian peserta terjaringlah sebanyak 28 kepala sekolah tingkat SMP yang lulus.

“Pada seleksi tahap kedua sebanyak 28 kepala sekolah tingkat SMP yang lulus dan ini merupakan terbanyak di NTB” terangnya.

Kemudian dari 28 orang kepala sekolah yang lulus ditahap kedua, mengikuti seleksi tahap ketiga yaitu seleksi mengajar dan wawancara.

“Dari seleksi ketiga ini ada 4 sekolah swasta dan 8 Sekolah Negeri tingkat SMP yang lulus di Lombok Timur” ucapnya.

Untuk kesiapan melaksanakan program sekolah penggerak tersebut Muslimin dan kepala sekolah lainnya yang dinyatakan lulus telah mengikuti Diklat Kepemimpinan dan sebagian guru SMP 3 Sikur yang dipilih menjadi Komite Pembelajar telah mengikuti Diklat secara online.

Lebih jauh Muslimin menerangkan esensi dari program Sekolah Pembelajar ini yaitu merdeka belajar, pengembangan profil pelajar Pancasila, kemudian perubahan paradigma dari teacher centre ( pembelajaran terpusat pada guru ) berubah ke studying centre ( pembelajaran terpusat pada siswa ).

“Jadi nanti kurikulum yang akan kita gunakan ada 2 kurikulum yaitu kurikulum Sekolah Penggerak dan kurikulum sekolah reguler” terangnya.

Setelah menjadi sekolah penggerak nasional tentunya kedepan sekolah SMPN 3 Sikur mempunyai gebrakan-gebrakan baru, baik berupa penataan lingkungan dan yang lainnya terutama penyediaan fasilitas karena ini harus dilakukan sehingga sekolah penggerak bisa berbeda dengan sekolah reguler.

Terakhir Muslimin menyampaikan selama 3 tahun terakhir SMPN 3 Sikur dipercaya sebagai Sekolah Imbas Sistem Penjaring Mutu Internal ( SPMI ) kemudian ditingkatkan menjadi sekolah induk SPMI dan dipercaya untuk mengimbas beberapa sekolah di sekitar SMPN 3 Sikur.

“Setelah SPMI ini, sekolah ini ingin kami jadikan sekolah digital karena itulah kami sudah mulai mempersiapkan segala sesuatunya dan Alhamdulillah kami lulus menjadi Sekolah Penggerak sehingga keinginan kami ini akan sejalan” tutup Muslimin. ( Mr )

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU