Menteri Transmigrasi Usung “Emas Baru” di Lotim, Masalah Lama Belum Tuntas

(PorosLombok.com) – Menteri Transmigrasi RI, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, datang ke Lombok Timur dengan membawa konsep baru bernama Emas Baru. Konsep itu diklaim sebagai masa depan kawasan transmigrasi.

Namun, di lapangan masalah klasik masih menumpuk. Infrastruktur dasar seperti jalan, toilet sekolah, hingga air bersih belum sepenuhnya terpenuhi. Persoalan lahan pun baru 80 persen diselesaikan.

“Transmigrasi bukan lagi soal perpindahan penduduk, tetapi penguatan ekonomi. Tugas kami menemukan emas baru yang bernilai tinggi,” kata Iftitah saat meninjau Desa Puncak Jeringo, Kecamatan Suwela, Jumat (12/9).

Emas Baru yang dimaksud Iftitah adalah dua hal: masyarakat bisa mendapat penghasilan lewat ekonomi digital, dan potensi wisata alam yang bisa digarap besar-besaran.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan proyek besar berupa pembangunan Kampus Patriot di atas lahan enam hektare di kawasan Puncak Jeringo. Iftitah meminta tim di lapangan mencari solusi praktis, termasuk pemanfaatan sumber air terjun untuk pasokan air bersih.

Meski banyak pekerjaan rumah, Iftitah tetap optimistis. Ia menyebut di masa Presiden Prabowo, persoalan lahan transmigrasi bisa tuntas 100 persen.

“Alam di sini luar biasa. Ini bisa menjadi pusat ekonomi kreatif berbasis keindahan alam,” ujarnya merujuk kawasan Selaparang.

Kini, jargon Emas Baru telah diluncurkan. Tinggal menunggu apakah benar-benar jadi solusi atau hanya sekadar janji baru di atas masalah lama.

(Redaksi/PorosLombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Bank NTb

TERBARU