Lombok Timur, PorosLombok.com – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) menegaskan komitmennya menjaga nilai-nilai Pancasila di tengah derasnya arus hoaks dan paham radikal yang menyebar luas di ruang digital.
Penegasan itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Lotim, H. Muhammad Juaini Taofik, saat menjadi inspektur upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di halaman Kantor Bupati Lotim, Senin (2/6).
Upacara berlangsung khidmat dan diikuti jajaran Forkopimda, DPRD, ASN, serta TNI-Polri. Dalam kesempatan itu, Sekda Juaini membacakan amanat Kepala BPIP RI, Yudian Wahyudi, yang menyoroti pentingnya revitalisasi nilai-nilai Pancasila di segala lini kehidupan, termasuk dunia maya.
“Pancasila bukan hanya teks sejarah. Ini adalah tameng bangsa dari perpecahan dan radikalisme,” tegas Juaini.
Ia menilai tantangan ideologis semakin kompleks. Di era digital, ujaran kebencian dan disinformasi menyebar lebih cepat daripada informasi benar.
“Jangan biarkan Pancasila jadi jargon kosong. Kita harus hidupkan dalam pelayanan, pendidikan, bahkan di media sosial,” imbuhnya.
Kepala BPIP melalui pidatonya menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan Asta Cita, delapan agenda prioritas nasional menuju Indonesia Emas 2045. Salah satunya adalah memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia.
Menurut BPIP, Pancasila adalah “bintang penuntun” bagi Indonesia dalam menghadapi ancaman global, termasuk ekstrimisme dan intoleransi yang mengintai generasi muda.
“Kebinekaan adalah kekuatan, bukan alasan untuk terpecah,” tulis Yudian dalam amanat yang dibacakan Sekda.
Juaini juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama dan pemuda, untuk aktif menjadi agen ideologi bangsa.
“Lotim siap pasang badan. Kita lawan hoaks dan radikalisme dengan nilai-nilai luhur yang sudah diwariskan para pendiri bangsa,” tandasnya.
Upacara Hari Lahir Pancasila kali ini bukan sekadar seremoni tahunan. Di tengah gempuran narasi sesat di dunia maya, Pemkab Lotim memilih berdiri tegak dan bersuara lantang: Pancasila harus tetap hidup.
(arul/PorosLombok)















