LOTIM – Poroslombok.com | Ditengah kondisi ekonomi masyarakat yang tidak menentu, ditambah sumber penghasilan yang tidak tetap, menjadikan ekosistem prekonomian tidak pernah stabil.
Kondisi inilah menjadi latar belakang pemikiran para remaja agar warga saling bantu satu sama lain melalui wadah Bale Zakat Infaq Dusun (Bazizdus) dusun Jorong, desa Lepak, Kecamatan Sakra Timur.
“Ya benar lembaga ini di pelopori oleh para remaja dusun Jorong, dengan harapan bisa berbuat kepada masyarakat yang membutuhkan”, kata ketua Bazizdus , Aminollah, didepan tim penggerak PKK Kabupaten Lombok Timur dan pemerhati sosial Harisma Ali Satria, Selasa (24/01/23), sekitar pukul 09.00 WITA di sekretariat Bazizdus.
Melihat tingginya jumlah yang wajib disantuni, seperti lansia, fakir miskin dan anak-anak terlantar, menurut Aminollah saat ini peran Bazizdus masih terbatas.
“Karena kita tidak sekedar memberikan santunan kepada Amil Zakat dari dusun Jorong saja, tapi warga dari luar dusun Jorong, luar desa dan kecamatan juga kami santuni” jelasnya.
Sementara saat ini lanjutnya, Bazizdus hanya mengandalkan kotak infaq yang disebar ke beberapa tempat usaha yang ada di desa Lepak, dan ada juga yang datang mengantarkan infaq-nya langsung sekretariat Bazizdus.
Atas keterbatasan ini, ia berharap ke depan agar Pemerintah Daerah bersama Bazizdus bisa bersinergi untuk dapat berbuat lebih banyak lagi untuk membantu masyarakat.
”Nanti pada bulan puasa kami akan memberikan santunan lagi kepada yang sudah terdaftar menjadi penerima” tutupnya.
Ditempat yang sama, pemerhati sosial, Harisma Ali Satria, bersama tim penggerak PKK Lotim memberikan semangat sekaligus memberikan apresiasi kepada kegiatan para remaja yang menjadi pelopor kegiatan sosial tersebut.
“Kami sangat apresiasi dan mendukung kegiatan seperti ini, apalagi dipelopori oleh remaja”, tutur Harisma atau yang akrab di sapa bang Ayi.
Usai memberikan sambutan, bang Ayi yang juga merupakan anak kedua Bupati Lombok Timur H.M. Sukiman Azmi ini, diberikan kesempatan membuka dan menghitung isi kotak infaq secara simbolis oleh pengurus Bazizdus yang disaksikan oleh para tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan para mahasiswa dan mahasiswi yang sedang menjalani KKN. ( PL, Erwin )














