Perusahaan Rontok, UMKM Bertahan, Wabup Singgung Ekonomi Desa yang Terlupakan

(PorosLombok.com) – Wakil Bupati kembali menegaskan peran strategis usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam menjaga denyut ekonomi daerah.

Di tengah krisis 2020–2022, saat banyak perusahaan besar rontok, UMKM justru mampu bertahan dan menjadi penyangga pertumbuhan ekonomi.

Hal itu disampaikan Wabup saat membuka kegiatan Literasi dan Edukasi Keuangan, di Rupatama 2 Kantor Bupati. Rabu (24/12/2025).

Menurutnya, ketangguhan UMKM seharusnya menjadi pijakan utama dalam kebijakan pengentasan kemiskinan, khususnya di wilayah pedesaan yang kerap luput dari perhatian.

“Pada saat 2020–2022 perusahaan besar kolaps, tetapi UMKM kita tetap bertahan. Dan itulah yang menjaga pertumbuhan ekonomi kita saat itu,” ujar Wabup.

Ia menilai, selama ini penggerak ekonomi desa masih sering diposisikan sebagai sektor pendukung. Padahal, UMKM dan industri kecil menengah (IKM) di desa-desa justru menjadi penopang nyata kehidupan masyarakat.

Karena itu, Wabup meminta seluruh jajaran pemerintah daerah, mulai dari asisten hingga perangkat teknis terkait, agar lebih fokus dan serius menggerakkan ekonomi berbasis UMKM dan IKM di pelosok desa.
“Untuk kita lebih serius lagi, lebih fokus lagi menggerakkan ekonomi berbasis UMKM dan IKM yang ada di desa-desa kita,” tegasnya.

Sebagai langkah konkret, Wabup menyebut pemerintah daerah saat ini tengah menjalankan program pengentasan kemiskinan ekstrem bekerja sama dengan Islamic Relief.

Program tersebut menggunakan pendekatan graduasi dan pemberdayaan ekonomi Islam melalui transfer aset produktif berupa sapi atau kambing, disertai pendampingan selama tiga tahun.

Program ini telah dilaksanakan di lima desa di Kecamatan Suela. Selain itu, Pemerintah Provinsi NTB juga merencanakan program serupa pada tahun 2026 mendatang dengan lima desa sasaran.

Melalui program tersebut, pemerintah berharap UMKM desa tidak hanya bertahan, tetapi mampu tumbuh dengan dukungan permodalan dan pendampingan yang berkelanjutan.

Wabup juga mendorong para pelaku UMKM yang mengikuti kegiatan literasi dan edukasi keuangan agar memanfaatkan momentum ini secara maksimal.

Menurutnya, peningkatan literasi keuangan menjadi kunci agar UMKM mampu berkembang dan tidak tertinggal dalam dinamika ekonomi yang terus berubah.

UMKM sudah membuktikan diri saat krisis. Kini tantangannya sederhana tapi berat: jangan lagi melupakan desa sebagai fondasi ekonomi daerah.

(Redaksi/PorosLombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU