(Lombok Timur, PorosLombok.com) – Genap satu tahun Drs. HM Juani Taofik menjabat sebagai Penjabat (PJ) Bupati Lombok Timur. Kepemimpinannya diuji dengan isu krusial, yaitu pengembangan tambak udang di wilayah Sakra Timur. Isu ini menggugah aksi protes dari gabungan mahasiswa yang menyoroti dampak lingkungan dan sosial dari investasi tersebut.
Dalam keterangannya, Bupati Juani Taofik mengakui bahwa Sakra Timur memang menjadi fokus pengembangan tambak udang, sejalan dengan kebijakan Pemerintah Pusat sejak 2020. NTB, khususnya Lombok Timur, ditetapkan sebagai daerah super prioritas dalam pengembangan ini.
Namun, Taofik menegaskan bahwa pengembangan harus sesuai dengan regulasi tata ruang yang ada. “Sebagai pemerintah daerah, kita harus mengikuti aturan pusat, namun tetap memperhatikan prinsip investasi yang sesuai tata ruang,” katanya.
Bupati juga menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan dalam hubungan industrial antara investor, masyarakat, dan tenaga kerja. “Aktivitas investasi tidak boleh dilakukan sembarangan hingga merugikan komunitas tertentu,” lanjut Taofik.
Menanggapi kekhawatiran mahasiswa, Taofik mengatakan bahwa setiap aktivitas investasi harus melalui proses pengecekan dan evaluasi yang ketat. Ini termasuk pengajuan izin operasional dan kajian AMDAL yang wajib ditaati.
Bupati juga menekankan pentingnya implementasi Corporate Social Responsibility (CSR) dari pihak investor. Ia mengarahkan agar CSR lebih memprioritaskan masyarakat di sekitar lokasi tambak udang agar dampak positifnya lebih terasa.
Di sisi lain, Taofik mengakui ada tantangan dalam menyeimbangkan pengembangan ekonomi dan pelestarian lingkungan. “Pemerintah berfungsi sebagai penghubung, jadi setiap masukan dari masyarakat dan mahasiswa sangat berharga,” ujarnya.
Aksi protes mahasiswa ini diharapkan bisa menjadi refleksi bagi pemerintah untuk lebih bijak dalam mengambil keputusan terkait investasi tambak udang. Mereka menuntut agar dampak negatif terhadap lingkungan dan sosial dapat diminimalisir.
Selama satu tahun kepemimpinannya, isu tambak udang ini menjadi salah satu sorotan utama. Bupati berharap melalui dialog dan kerjasama dengan semua pihak, solusi yang adil dan berkelanjutan bisa ditemukan.
Dengan perhatian yang lebih pada kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan, Lombok Timur diharapkan bisa mengoptimalkan potensi ekonominya tanpa mengorbankan aspek sosial dan ekologis.
(Arul/PorosLombok)













