Ribuan Peziarah Padati Makam di Lombok Timur Pasca-Lebaran

Warga Lombok Timur padati pemakaman umum pasca-Lebaran 2026 untuk tradisi ziarah kubur. Momentum spiritual ini menjadi sarana doa bagi leluhur sekaligus ajang introspeksi diri.

PorosLombok.com – Masyarakat Kabupaten Lombok Timur tumpah ruah memadati sejumlah Tempat Pemakaman Umum (TPU) untuk melaksanakan tradisi ziarah kubur. Momentum spiritual ini menjadi pemandangan rutin warga setiap merayakan hari kemenangan.

​Peziarah mulai mendatangi area pemakaman sejak fajar menyingsing hingga siang hari guna mendoakan keluarga yang telah wafat. Ritual tahunan tersebut berlangsung khidmat di berbagai titik pemakaman umum pada Selasa (24/3/2026).

​Keluarga besar yang datang dari berbagai penjuru wilayah membawa bunga segar dan air untuk prosesi pembersihan nisan leluhur. Aktivitas ini menciptakan kerumunan massal di pintu masuk pemakaman hingga menyebabkan antrean kendaraan di bahu jalan.

​Agus Sugiawan yang datang jauh-jauh dari Labu Api, Lombok Barat, rela menempuh perjalanan menuju Suralaga demi menyambangi pusara orang tuanya. Kehadirannya membuktikan bahwa jarak bukan penghalang untuk menunaikan wasiat almarhum agar dimakamkan di tanah kelahiran.

​”Setiap tahun pasca-Lebaran, saya dan keluarga menyempatkan diri datang mendoakan keselamatan arwah orang tua yang telah berpulang,” ujarnya.

​Suasana haru menyelimuti area pemakaman saat anggota keluarga mulai membacakan doa dan melantunkan ayat suci di depan nisan. Beberapa peziarah bahkan tak kuasa menahan air mata saat mengenang kembali memori manis bersama mendiang semasa hidup.

Tradisi Spiritual Jadi Sarana Introspeksi Diri

​Prosesi membasuh muka di atas batu nisan hingga menaburkan bunga segar menjadi bagian tak terpisahkan dari ritual yang dianggap sakral ini. Aktivitas tersebut juga berfungsi sebagai pengingat bagi setiap individu mengenai kepastian datangnya kematian.

​”Ziarah kubur pasca-Lebaran bagi warga merupakan tradisi spiritual dan sosial yang memiliki makna sangat mendalam bagi kehidupan,” jelasnya.

​Masyarakat setempat menjadikan kunjungan ke makam ini sebagai sarana silaturahmi keluarga besar yang mungkin jarang bertemu di hari biasa. Pertemuan di area peziarahan mempererat ikatan batin antar anggota keluarga yang masih hidup melalui doa bersama.

​”Momentum ini kami manfaatkan untuk mengoreksi diri dan merenung tentang persiapan bekal menuju kehidupan setelah mati nanti,” terangnya.

​Peningkatan volume kunjungan peziarah juga menciptakan geliat ekonomi bagi para pedagang bunga musiman dan penjaga parkir di sekitar lokasi pemakaman. Penghormatan terhadap leluhur tetap menjadi pilar utama dalam merayakan hari suci di tengah masyarakat yang religius.

​”Kami datang ke sini bukan sekadar kebiasaan, melainkan mencari waktu khusus untuk bersilaturahmi dengan roh leluhur kami,” pungkasnya.*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Bank NTb

TERBARU