PorosLombok.com – Satuan Tugas (Satgas) Pengawasan Distribusi Elpiji 3 kg Kabupaten Lombok Timur melakukan sidak lapangan guna memberantas praktik penimbunan yang memicu keresahan warga pada Rabu (8/4/2026).
Tim gabungan menyisir sejumlah titik rawan di Desa Pengadangan hingga Karang Baru guna menjamin hak masyarakat miskin. Operasi pasar ini menjadi jawaban nyata atas laporan tersendatnya pasokan energi subsidi di tingkat pangkalan.
“Pengawasan ini dilaksanakan untuk memastikan pendistribusian gas melon tersebut benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak,” ujar Ketua Satgas Lombok Timur, Muhammad Khairi.
Muhammad Khairi menilai ketidaktertiban alur distribusi menjadi faktor utama munculnya antrean panjang di pemukiman. Pihaknya kini memperketat verifikasi data penerima agar kuota yang tersedia tidak rembes ke pihak yang tidak berhak.
Sebanyak 30.541 metrik ton elpiji tercatat sudah tersalurkan ke seluruh wilayah kabupaten sejak awal Januari lalu. Jumlah fantastis setara 10 juta tabung lebih tersebut seharusnya mampu mencukupi kebutuhan domestik jika tidak ada penyimpangan.
“LPG 3 kg di Kabupaten Lombok Timur kita katakan kosong tidak, cuman distribusi yang mungkin belum tertib,” jelasnya.
Tambahan Kuota Gas Melon dan Penertiban Distribusi Elpiji di Kecamatan
Lombok Timur kini mendapatkan suntikan tambahan kuota sebanyak 24.400 tabung demi meredam gejolak harga di pasar. Langkah antisipatif ini diambil setelah pemerintah mendeteksi adanya defisit semu yang membuat warga harus mengantre sejak fajar.
Warga di empat kecamatan sasaran operasi kini mulai mendapatkan akses langsung terhadap bahan bakar bersubsidi dengan harga normal. Penyaluran per lokasi dipantau ketat dengan volume berkisar antara 360 hingga 560 tabung sekali drop.
“Sangat menyiksa, harus menunggu sejak jam delapan pagi hanya untuk satu tabung,” kata salah satu warga, Sahurun.
Sahurun mengaku sebagian tetangganya terpaksa kembali menggunakan kayu bakar akibat stok di pengecer langganan seringkali ludes dalam sekejap. Keluhan ini menjadi catatan genting bagi pemerintah untuk segera membenahi rantai pasok dari agen.
Satgas mengancam akan memberikan sanksi tegas kepada oknum pangkalan yang terbukti bermain mata dengan spekulan. Pengawasan rutin bakal terus diintensifkan hingga kondisi pasar kembali stabil dan tertib sesuai regulasi yang berlaku.
“Kami instruksikan tim tetap di lapangan sampai distribusi benar-benar pulih tanpa ada penimbunan lagi,” pungkasnya.*















