LOTIM | POROSLOMBOK –
Dinas Komunikasi, Informasi dan Persandian (Kominfo) Kabupaten Lombok Timur akan segera mengoperasikan Command Center yang sudah selesai pengerjaannya, hal ini bertujuan untuk memudahkan kepala Daerah untuk mengakses Informasi data di masing- masing Organsasi Perangkat Daerah (OPD).
Kepala Bidang Persandian, Mustawan, mengatakan bahwa saat ini Diskominfo melakukan beberapa upaya untuk memaksimalkan command Center ini, salah satunya dengan mengadakan pelatihan kepada semua Operator di masing-masing OPD.
“Kita sudah beberapa kali melakukan pelatihan kepada operator dimasing-masing OPD, karena meraka nanti akan menginput data informasi termasuk kegiatan apa saja di OPD tersebut,” ucap Mustawan di ruang kerjanya .Rabu (16/02).
Ia menjelaskan, Masing-masing OPD ini juga nantinya harus menginput realisasi anggaran yang dikelola dan sejauh mana progres kegiatannya, serta berapa persentase kegiatan yang dikerjakan baik dari sisi fisik maupun non fisik.
“Jadi nanti semua operator memberikan informasi kepada kita sehingga Kominfo menjadi data center sebagai acuan kepala Daerah memberikan evaluasi kepada masing-masing OPD,”jelasnya.
Saat ini, kata Mustawan, semua OPD sudah mulai melakukan input data dan sudah masuk di Command Center walaupun belum diresmikan, akan tetapi progresnya sudah mulai berjalan. Ia menyebutkan, peresmian Command Center dijadwalkan satu Minggu lagi atau tepatnya pada tanggal 21 Pebruari 2022, tergantung persiapan anggaran.
“Jaringan command center ini akan terkoneksi dengan semua OPD di kabupaten Lombok Timur, tentunya kita juga harus sediakan bandwidth yang memadai,” ulasnya.
Lebih lanjut Mustawan menjelaskan, Command Center ini membutuhkan Bandwidth sebesar 350 Mbps pada setiap bulannya, atau seharga Rp. 297.500.000 berdasarkan harga katalog. sehingga anggaran yang dibutuhkan setiap tahunnya kurang lebih sebesar 2 Milyar.
“Saat ini kami lagi mengusahan mudah-mudahan anggaran bandwidth ini bisa terpenuhi di tahun ini,” tandasnya.
Kedepannya Mustawan berharap, command center berjalan sesuai dengan fungsinya, yakni sebagai alat kontrol semua OPD oleh Kepala Daerah untuk melakukan langkah-langkah evaluasi dan monitoring.
“Jadi nanti pak bupati tidak perlu turun naik tangga cukup dipantau dari data command center ini kinerja dan perogres program yang sedang dikerjakan oleh masing-masing OPD,” pungksnya
(Arul \ Poroslombok)

















