Sekda Lotim Launching Aplikasi Sistem Kesiapsiagaan Pertanian dan Bencana

LOTIM – PorosLombok.com | Sekertaris Daerah Kabupaten Lombok Timur, HM. Juaini Taofik, menghadiri kegiatan Loka Karya Hasil Pemutakhiran dan ToT penggunaan aplikasi Prediksi Curah Hujan Sistem Kesiapsiagaan Pertanian dan Bencana yang di selenggarakan Lembaga Pengembangan Sumber Daya Mitra (LPSDM) bekerjasama dengan World Nighbors (WN) yang dilaksanakan pada Selasa pagi (21/02) bertempat di Rupatama 1 Kantor Bupati Lombok Timur.

Sistem Kesiapsiagaan Pertanian dan Bencana (SKPB) merupakan aplikasi prediksi curah hujan yang mendukung pengembangan pertanian cerdas iklim dan upaya pengurangan risiko bencana. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program yang telah dikembangkan oleh Inovastek Glomatra Indonesia yaitu meningkatkan ketahanan melalui program Adaptasi Perubahan Iklim dan Pengurangan Risiko Bencana di Nusa Tenggara (Increasing Resiliency through Climate Change Adaptation and Disaster Risk Reduction in Nusa Tenggara project) atau INCIDENT.

Program yang dilaksanakan di 8 Desa yang tersebar di 5 Kecamatan di Kabupaten Lombok Timur tersebut melibatkan 10 OPD Lombok Timur, seluruh perwakilan UPTPP se-Kabupaten Lombok Timur, serta 50 Penyuluh Pertanian (PPL).

Melihat Lombok Timur sebagai Daerah yang cukup rawan terhadap bencana, Sekda dalam sambutannya sekaligus me-launching aplikasi ini menyampaikan kehadiran aplikasi tersebut akan banyak membantu masyarakat khususnya bagi Petani di Kabupaten Lombok Timur.

Ia berharap aplikasi tersebut bisa membantu petani dalam mengantisipasi terjadinya bencana. Namun ia menegaskan aplikasi tersebut tidak akan berjalan tanpa adanya penginputan data. Untuk itu, ia menegaskan aplikasi tersebut harus terus di upgrade agar data dan informasi yang disediakan valid.

Lanjut menurut Sekda, sektor Pertanian di Lombok Timur sangat signifikan bagi penunjang keberlangsungan sistem pertahanan pangan di Lombok Timur mengingat di Lombok Timur rentan terkena iklim. Selain itu, isu pertanian yang ada di Lombok Timur juga terbilang besar, oleh karena itu menurutnya aplikasi tersebut sangat membantu menjawab keresahan masyarakat dalam menghadapi bencana.

Di depan seluruh peserta kegiatan baik itu pimpinan OPD maupun perwakilannya yang hadir, dalam kesempatan tersebut ia juga menghimbau agar seluruh sektor, tidak hanya pada sektor pertanian agar menambah variabel kebencanaan karena menurutnya hal tersebut sangat penting.

Ditempat yang sama, Direktur Lembaga Pengembangan Sumber Daya Mitra (LPSDM) Ririn Hajudia menyampaikan, agar aplikasi tersebut berdaya guna maka LPSDM, WN dan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur bekerjasama untuk melaksanakan kegiatan loka karya dalam rangka memperkenalkan hasil pemodelan aplikasi PCH (SKPB) ini kepada Pemerintah Daerah dan juga kepada para penyuluh/petugas lapangan yang bertugas untuk menyebarluaskan penggunaan aplikasi kepada masyarakat.

Selain itu, ia menjelaskan aplikasi tersebut merupakan pemodelan prediksi curah hujan untuk kepentingan pengembangan pertanian yang cerdas iklim dan membangun kesiapsiagaan masyarakat terhadap risiko bencana yang bisa terjadi karena perubahan iklim.

Lanjutnya ia mengatakan salah satu kegiatan yang dilakukan untuk mendukung pencapaian tujuan program tersebut adalah dengan mengembangkan alat untuk mengetahui prediksi curah hujan, kalender tanam kegiatan pertanian dan prediksi bencana yang akan terjadi akibat perubahan iklim seperti kekeringan, banjir dan longsor.

Tentu harapan besar dengan hadirnya aplikasi ini, dapat mendukung pengembangan pertanian cerdas iklim yang dikawal oleh Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur dan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lombok Timur serta kesiapsigaan bencana yang dikawal oleh BPBD Kabupaten Lombok Timur.

Sumber: Kominfo Lotim

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU