Seribu Dulang, Wali Band Akan Meriahkan Tahun Baru Islam 1447 Hijriah, di Lombok Timur

PorosLombok.com – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menyiapkan Festival Muharram sebagai perayaan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 Hijriah. Acara ini dikemas bukan hanya sebagai kegiatan keagamaan, tetapi juga sebagai ajang promosi budaya dan pelayanan publik.

Rangkaian festival akan berlangsung dari 13 Juni hingga 4 Juli 2025, dengan puncak kegiatan berupa pawai budaya dan konser musik religi. Pemerintah setempat menargetkan kegiatan ini dapat meningkatkan partisipasi masyarakat sekaligus mendorong perputaran ekonomi lokal.

“Kami ingin Festival Muharram tahun ini lebih hidup, lebih menyentuh masyarakat bawah,” ujar Sekretaris Daerah Lombok Timur, H. Muhammad Juaini Taofik, Rabu (18/6).

Dalam pawai budaya yang digelar pada 1 Muharram, masyarakat akan disuguhkan atraksi seribu dulang, sebuah tradisi lokal yang merepresentasikan semangat gotong royong dan kearifan budaya Sasak.

Tidak hanya menampilkan budaya, setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga diwajibkan membuka stan pelayanan publik. Mereka akan menampilkan inovasi layanan langsung di tengah masyarakat, termasuk informasi kesehatan, pendidikan, dan perizinan.

“Kami tidak ingin ini hanya jadi ajang pamer. Harus ada manfaat yang bisa langsung dirasakan warga,” tegas Juaini.

Pawai akan melibatkan lima kecamatan yakni Selong, Labuhan Haji, Sukamulia, Suralaga, dan Masbagik. Untuk menjaga kekhusyukan ibadah, pawai dimulai pukul 14.00 WITA dan dirancang agar selesai sebelum salat Ashar berjamaah.

Setelah pawai dan doa bersama, festival akan dilanjutkan dengan hiburan rakyat. Penutupan acara direncanakan berlangsung megah dengan kehadiran band papan atas nasional, Wali, yang akan tampil dalam konser musik religi di panggung utama.

“Wali Band kami hadirkan untuk menjangkau generasi muda. Dakwah bisa masuk lewat jalur seni dan hiburan yang positif,” kata Juaini.

Festival Muharram ini diharapkan menjadi ajang tahunan yang bukan hanya memperkuat identitas keislaman, tapi juga menghidupkan kembali denyut ekonomi rakyat kecil, khususnya pelaku UMKM dan pedagang lokal.

“Ini bukan hanya acara pemerintah, ini milik seluruh masyarakat Lombok Timur,” pungkasnya.

(Redasksi/PorosLombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU