close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Exclusive Content:

PJ.Bupati Lotim Harapkan PPK Melaksanakan Fakta Integritas dan Sumpah yang Telah Diucapkan

LOMBOK TIMUR | PorosLombok.com - Sebanyak 105 anggota Panitia...

Lapas Selong Gelar Upacara Kesadaran Berbangsa dan Bernegara bagi Warga Binaan

LOTIM - PorosLombok.com || Lapas Kelas IIB Selong Kanwil...

Disnakeswan Lotim Bangun RPH Modern dan Rumah Pakan Ternak

LOTIM - PorosLombok.com || Dinas Peternak dan Kesehatan Hewan...

Sosialisasi Berbuah Manis, Kasus Pernikahan Usia Dini di Montong Gading Nihil

Lombok Timur. Poroslombok.com – Tingginya angka Pernikahan Dini di kabupaten Lombok Timur menjadi perhatian semua pihak. Sebagaimana diketahui angka Pernikahan Dini pada tahun 2020 tercatat sebanyak 42 kasus pernikahan usia dini.

Akan tetapi kecamatan Montong Gading bukan merupakan penyumbang Pernikahan Usia dini di Lombok Timur. Pasalnya selama kurun waktu tahun 2020 sampai 2021, tidak ada tercatat data pernikahan anak usia dini di Kantor KUA kecamatan Montong Gading.

Hal ini di sampaikan oleh Kepala Kantor Urusan Agama kecamatan Montong Gading, Suparlan, S.HI. saat di wawancarai media Poros Lombok pada Jum’at (5/3/21)

Baca Juga :  Harhubnas 2022: Sektor Transportasi Diklaim Sumbang 5,44 Persen Pertumbuhan Ekonomi Nasional

“Kalau kasus pernikahan dini di Montong Gading nihil, yang banyak terjadi itu di kecamatan Aikmel laporannya banyak” terangnya.

Dijelaskannya nihilnya angka pernikahan dini tersebut tak lepas dari upaya-upaya pencegahan yang dilakukan. Salah satu upaya yang tetap dilakukan yaitu dengan melakukan sosialisasi ketika sedang menghadiri pernikahan.

Tentunya sosialisasi tersebut dimaksudkan guna mewujudkan anak yang berkualitas dan mencegah terjadinya kekerasan dalam rumah tangga.

Baca Juga :  Sampaikan SPT Awal Januari, Bupati Lotim Diapresiasi Kepala KPP Pratama Praya

Disamping itu sosialisasi undang-undang tentang pernikahan tetap di lakukan terlebih undang-undang No 16 tahun 2019 yang lebih spesifik mengatur usia calon pengantin yaitu laki-laki minimal usia 19 tahun dan perempuan minimal usia 19 tahun.

“Kalau undang – undang No 1 tahun 1974 usia minimal yaitu laki-laki 19 tahun sedangkan perempuan 16 tahun, jadi ada peningkatan usia minimum pada undang-undang tahun 2019 ini” jelasnya.

Baca Juga :  Warga Desa Darmasari Digegerkan Dengan Penemuan Orok Bayi

Sementara itu jelasnya pihaknya akan berkolaborasi dengan Camat, UPTD KB kecamatan, UPT Dikbud kecamatan dan Puskesmas untuk bersama – sama berupaya melakukan sosialisasi dan pencegahan pernikahan dini.

“Apalagi dengan lahirnya perda terbaru dari Provinsi NTB yang di sahkan oleh DPRD terkait pernikahan dini tentunya akan semakin bagus lagi untuk kita bersinergi di tingkat kecamatan ini dalam rangka mencegah terjadinya pernikahan dini” Tutup Suparlan. (Mr)

TERPOPULER

advertisement

spot_img
Berita terbaru