Tamu Merupakan Rizky di Mata Sekda Lotim

PorosLombok.com, Lotim

Pandangan Sekda Lotim Drs HM Juani Taofik begitu terlihat gembira siang itu, hawa sejuk desa Pengadangan, kecamatan, Pringgasela Kabupaten Lombok Lotim begitu terasa, seolah menambah khidmat acara pesona budaya yang dirangkaikan dengan acara puncak Mubes FJLT Ke-2,Minggu (06/11).

Kak ofik panggilan akrabnya dalam pidatonya, begitu semangat memuji keramah-tamahan masyarakat desa Pengadangan, dalam tata cara menyambut semua tamu yang berkunjung ke desa tersebut,”Masyarakat desa pengadangan tidak pernah membeda-bedakan tamu,” katanya sambil tersenyum.

Atraksi budaya satu persatu ditampilkan dalam gelaran tersebut, baik seni gendang beleq, rantok padi, dan beberapa aliran musik tradisional khas desa Pengadangan, suasanapun terasa begitu hangat serta penuh kekeluargaan.

Seakan menikmati acara tersebut, kak ofik terlihat gembira dan kagum, terutama dalam tata cara menyambut tamu di desa Pengadangan, yang dimana semua tamu dianggap sama tidak ada yang istimewa.

“Desa Pengadangan memang desa yang luar biasa, mau dia tamu pejabat atau tidak disini sama sesuai dengan ajaran agama, karena dimata tuhan kita memang sama,” ujarnya.

dirinya mengatakan tamu merupakan seseorang yang harus di hormati, karena tamu merupakan pembawa rizki, dan dapat membuat sehat dan umur menjadi panjang, sehingga jangan pernah menganggap tamu adalah petaka, seperti kisah pengalamannya di bali, saat bertanya pada Gubernur bali, kenapa bali itu masih menjadi daerah pariwisata yang terkenal, karena bali tetap mempertahankan budayanya yang begitu menghargai para tamu yang datang.

Karena budaya merupakan sesuatu yang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan bermasyarakat, banyaknya nilai-nilai budaya, seiring sejalan dengan ajaran agama, salah satunya, budaya silaturahim yang diwariskan oleh para leluhur, sehingga hal ini sudah sepatutnya untuk terus dipelihara.

Mengenal Silaturahmi dalam Islam

Manusia tidak akan pernah lepas dari kesalahan dan dosa. Biasanya, hal ini bisa menyebabkan suatu hubungan terputus. Untuk menyambungkan tali yang sudah terputus, umat muslim dianjurkan untuk bersilaturahmi.

Secara bahasa, silaturahmi berasal dari kata shilah yang memiliki arti hubungan dan rahim artinya kerabat. Rahim sendiri juga berasal dari kata Ar Rahmah yang berarti kasih sayang atau menjalin kekerabatan.

Hal ini sebagaimana dalam salah satu hadits, yang artinya: “Bukanlah bersilaturrahim orang membalas kunjungan atau pemberian, tetapi yang bersilaturrahim adalah yang menyambung apa yang putus.” (HR Bukhari)

Menjalin silaturahmi dengan sesama juga menjadi salah satu sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Pasalnya saat  mau menyambung silaturahmi dan memperlakukan manusia dengan baik, berarti manusia telah menjalankan perintah Allah SWT. Dalam hadis yang diriwayatkan dari Abu Hurairah ra ia berkata sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda:

Sesungguhnya Allah SWT menciptakan makhluk, hingga apabila Dia selesai dari (menciptakan) mereka, rahim berdiri seraya berkata: ini adalah kedudukan orang yang berlindung dengan-Mu dari memutuskan. Dia berfirman: “Benar, apakah engkau ridha jika Aku menyambung orang yang menyambung engkau dan memutuskan orang yang memutuskan engkau?” Ia menjawab: iya. Dia berfirman: “Itulah untukmu.”

(Arul/ Poroslombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU