PorosLombok.com — Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhamad Iqbal membakar semangat ribuan anggota Pramuka untuk keluar dari zona nyaman seremonial. Sosok yang akrab disapa Miq Iqbal ini menantang Gerakan Pramuka NTB agar menjadi pelopor nyata gerakan swasembada pangan dari tingkat desa hingga sekolah pada Sabtu (29/8/2026).
“Pramuka jangan hanya hadir di tengah masyarakat ketika ada kegiatan seremonial, tetapi harus hadir di lahan pertanian, lingkungan sekolah, desa, dan komunitas masyarakat,” kata Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal.
Tantangan besar ini disampaikan langsung oleh Miq Iqbal saat memimpin Upacara Peringatan Hari Pramuka ke-65 Tingkat Kwarda NTB. Ia menekankan pentingnya transformasi organisasi kepemudaan ini menuju era modern dan profesional guna menjaga kedaulatan pangan nasional.
“Pramuka perlu bertransformasi menjadi organisasi yang modern, profesional, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan serta kedaulatan pangan,” tegas Miq Iqbal.
Potensi pertanian wilayah NTB yang sangat melimpah menjadi modal utama anak muda untuk bergerak di lapangan. Data BPS menunjukkan produksi gabah kering giling NTB melesat tajam hingga 17,56 persen, sebuah capaian luar biasa yang butuh pengawalan dari generasi muda.
“NTB memiliki modal kuat untuk mengambil peran sebagai salah satu penyangga pangan nasional,” terangnya.
Ruang pengabdian baru kini terbuka lebar bagi seluruh Satuan Karya hingga Gugus Depan di tingkat akar rumput. Anak-anak muda bisa langsung mengeksekusi program urban farming, pengolahan pangan lokal, hingga gerakan pemanfaatan lahan tidur di daerah masing-masing.
“Melalui aksi nyata ini, nilai-nilai Dasa Darma seperti disiplin, gotong royong, cinta alam, rela menolong, dan bertanggung jawab benar-benar diterjemahkan di lapangan,” ujarnya.
Mantan Duta Besar Indonesia ini menggarisbawahi bahwa swasembada pangan tidak boleh hanya berfokus pada komoditas beras semata. Sektor lain seperti peternakan, perikanan, hortikultura, hingga budi daya jagung dan bawang merah harus digarap secara masif oleh kader Pramuka.
“Pramuka harus menjadi sekolah kehidupan, kita ingin anak-anak muda tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga produsen, inovator, dan pelopor yang mandiri,” cetusnya.
Semangat kewirausahaan dan ketahanan pangan ini dipandang sangat sejajar dengan visi besar penyiapan Generasi Emas 2045. Karakter kepemimpinan anak muda harus langsung diuji melalui pengalaman konkret dalam menjaga ketersediaan pangan rakyat.
“Karakter, kemandirian, kepedulian terhadap lingkungan, kemampuan bekerja sama, dan keberanian mengambil peran di tengah masyarakat harus tumbuh melalui pengalaman nyata,” tuturnya.
Apresiasi tinggi turut mengalir dari Sekretaris Jenderal Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Bachtiar Utomo atas sinergi kuat pemerintah daerah bersama jajaran kepramukaan. Pihaknya menilai langkah strategis Kwarda NTB sanggup menginspirasi seluruh Kwartir Daerah lain di Indonesia.
“Sinergi yang terbangun di NTB ini menunjukkan betapa besarnya potensi Gerakan Pramuka jika dilibatkan langsung dalam program pembangunan daerah,” kata Sekretaris Jenderal Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Bachtiar Utomo.
Momentum peringatan Hari Pramuka ini juga ditandai dengan penganugerahan Lencana Melati, Darma Bakti, hingga Teladan kepada jajaran pembina serta anggota berprestasi. Penghargaan tersebut menjadi simbol kebanggaan sekaligus penyemangat untuk memperluas jangkauan pengabdian masyarakat.
“Pemberian tanda penghargaan ini adalah bentuk pengakuan atas dedikasi tanpa henti para kader yang konsisten membina generasi muda,” ungkap Bachtiar.
Upacara megah yang berlangsung di halaman Kantor Gubernur NTB tersebut kemudian ditutup dengan atraksi ketangkasan anggota Pramuka. Kemampuan fisik dan keterampilan bertahan hidup yang ditampilkan menjadi bukti kesiapan anak muda dalam mengawal kemandirian daerah.
“Usia ke-65 tahun harus menjadi titik balik untuk membuktikan bahwa Pramuka adalah kekuatan terdepan dalam menjaga masa depan pangan bangsa,” pungkasnya.*

















