Terungkap! Wanita KLU Melahirkan Diam-diam, Buang Bayi di Lotim Lalu Ngacir

(PorosLombok.com)– Gak ada angin, gak ada hujan, seorang wanita asal Kabupaten Lombok Utara (KLU), tiba-tiba melahirkan diam-diam, lalu membuang bayinya di pinggir jalan Desa Belanting, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur. Setelah itu? Ngacir tanpa jejak!

Perempuan berinisial R (31), warga KLU, yang mengaku sebagai bibi dari sang ibu kandung, datang ke Mapolsek Sambelia pada Jumat (11/7) sekitar pukul 15.15 WITA.

“Kami baru tahu dari unggahan di media sosial. Saya yang dampingi melahirkan di Polindes Tanjung, Selasa (8/7),” kata R kepada petugas.

Kasi Humas Polres Lombok Timur AKP Nikolas Oesman membenarkan pertemuan tersebut. Menurutnya, R datang atas arahan dari RSUD Selong untuk meminta surat keterangan sebagai syarat mengajukan adopsi.

Identitas ibu kandung bayi juga ikut terkuak. Ia berinisial DW (25), warga Kecamatan Pemenang, Lombok Utara.

DW disebut pernah menikah dan memiliki dua anak, namun kini hidup dalam pernikahan siri. Diduga kuat, bayi malang itu adalah hasil hubungan tersebut.

Yang bikin geleng-geleng kepala, DW menghilang begitu saja usai melahirkan dan membuang bayinya. Dihubungi berkali-kali oleh keluarga pun tak direspons.

Kapolsek Sambelia menegaskan bahwa kasus ini masih dalam penyelidikan. Polisi mengapresiasi langkah keluarga yang bersedia memberikan keterangan.

“Bayi langsung ditangani Dinas Sosial dan dirawat di RSUD dr. Soedjono Selong karena ditemukan cairan di pusarnya,” ungkap Kapolsek.

Pihak keluarga dijadwalkan bertemu Dinsos Lotim pada Senin (14/7). Polisi berharap DW segera muncul untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Kami minta bantuan semua pihak agar DW segera ditemukan,” tegas Kapolsek.

Diberitakan sebelumnya, warga Dusun Pedamekan, Desa Belanting, digegerkan penemuan bayi laki-laki di pinggir jalan, Rabu (10/7) sekitar pukul 10.30 WITA.

Bayi itu ditemukan dalam tas kain jinjing abu-abu, tepat di depan rumah warga bernama Muksin.

Bayi pertama kali ditemukan oleh Musahan dan dibawa ke berugak milik Erna Wati. Warga melapor ke kepala desa, lalu diteruskan ke Polsek Sambelia.

Polisi segera turun ke lokasi bersama tenaga medis dari Puskesmas Belanting. Hasil pemeriksaan bidan Ela, bayi itu diperkirakan baru berusia tiga hari, berat 3 kilogram, panjang 50 sentimeter, dan tali pusarnya masih belum terputus.

(arul/PorosLombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Bank NTb

TERBARU