PorosLombok.com – Meski alokasi dana desa terus menurun dari tahun ke tahun, Desa Sambik Bangkol, Kecamatan Gangga, justru semakin mantap melangkah menuju desa mandiri. Hal itu tergambar jelas dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 desa tersebut yang digelar meriah pada Senin (23/6).
Kepala Desa Sambik Bangkol, Suhaedy, mengajak seluruh warganya untuk tidak larut dalam keterbatasan, tetapi terus membangun dengan semangat gotong royong.
“Desa ini lahir dari perjuangan bersama. Sekarang tugas kita adalah memastikan anak cucu kita hidup lebih baik. Tantangannya masih banyak—stunting, pernikahan anak, hingga kemiskinan. Tapi kita bisa atasi kalau bergerak bersama,” tegasnya dalam sambutan.
Desa Sambik Bangkol resmi berdiri pada 17 Juli 1998, hasil pemekaran dari tujuh dusun yang melihat potensi wilayah dan pertumbuhan penduduk yang terus meningkat. Kini, desa tersebut menjelma menjadi salah satu desa yang aktif menggali potensi lokal.
Perayaan HUT juga dihadiri Kepala Dinas DP2KBPMD Lombok Utara, Mala Siswandi, yang hadir mewakili Bupati. Dalam pidatonya, Mala menekankan pentingnya desa tidak terlalu bergantung pada bantuan pusat.
“Dulu dana desa kita Rp80 miliar, sekarang tinggal Rp50 miliar. Kalau tidak mandiri, kita akan tertinggal. Kita harus bangkit dengan menggali potensi yang ada di desa,” katanya.
Mala menyebut, saat ini tidak ada lagi desa tertinggal di Lombok Utara. Hal ini menjadi fondasi kuat untuk mendorong Lombok Utara keluar dari status daerah tertinggal di tahun 2024.
Penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), sektor pertanian, pendidikan anak-anak, dan pemberdayaan masyarakat disebut menjadi kunci menuju desa inovatif dan sejahtera.
Hadir pula dalam acara tersebut Kapolsek Gangga, Camat Gangga, serta warga dari berbagai elemen yang meramaikan perayaan dengan penuh semangat kebersamaan.
(Redaksi/PorosLombok)














