Strategi DLH Mataram Tekan Sampah Ogoh-Ogoh dan Malam Takbiran

DLH Kota Mataram siagakan 325 petugas kebersihan untuk tangani potensi 16 ton sampah pasca pawai ogoh-ogoh dan malam takbiran. Sistem lembur diberlakukan guna menjaga kebersihan wajah kota.

PorosLombok.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram menerapkan skema edukasi mandiri bagi peserta pawai guna menekan potensi tumpukan limbah selama rangkaian perayaan hari besar keagamaan.

​Kepala DLH Kota Mataram H. Nizar Denny Cahyadi menginstruksikan seluruh banjar dan remaja masjid agar mengarahkan massa untuk tidak membuang sampah di sepanjang rute perjalanan.

​”Harapannya, masyarakat atau peserta pawai dapat mengumpulkan sampah secara mandiri agar memudahkan penanganan,” katanya.Senin (09/03/2026).

​Instansi terkait secara proaktif membagikan kantong plastik kepada panitia sebagai fasilitas pendukung agar kebersihan area publik tetap terjaga secara kolektif selama acara berlangsung.

​”Sebanyak 325 petugas kebersihan kami kerahkan untuk menangani potensi tumpukan sampah pasca-pawai ogoh-ogoh dan malam takbiran,” ujarnya.

​Pemerintah kota menyebar ratusan personel tersebut ke enam kecamatan berbeda demi memastikan respons cepat pembersihan jalan protokol tepat setelah iring-iringan selesai melintas.

​”Apalagi untuk pawai takbiran digelar pada setiap kecamatan, jadi petugas harus kami sebar terpisah,” jelasnya.

​Kebijakan lembur bagi petugas kebersihan terpaksa diberlakukan mengingat jadwal kedua perayaan besar ini hanya memiliki jeda waktu satu hari yang sangat singkat.

​”Penanganan sampah usai acara akan kami optimalkan untuk menjaga Kota Mataram tetap bersih,” tegasnya.

​Berdasarkan evaluasi tahunan, pihak dinas memprediksi volume sampah akan meroket hingga mencapai total 16 ton dari gabungan dua malam perayaan tersebut.

​Estimasi rincian limbah mencakup 7 ton dari prosesi ogoh-ogoh serta kenaikan hingga 9 ton pada saat malam takbiran menyambut 1 Syawal 1447 Hijriah.

​Langkah antisipatif ini diambil guna menjamin kenyamanan warga dan memastikan wajah kota tetap asri tanpa sisa kotoran pasca-perayaan keagamaan,*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU