close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Exclusive Content:

PPDI Lotim Gelar Kemah Kebangsaan Guna Perkuat Kolaborasi Upaya Tekan Angka Stunting

Lombok Timur, PorosLombok.com - Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten...

Gelar Rakerda XV, DPD II KNPI Lotim Dorong Kemandirian Pemuda Menjadi Wirausaha Handal

Lombok Timur, PorosLombok.com - DPD II Komite Nasional Pemuda Indonesia...

Puji Rannya, Sekjen Gerindra Muzani Ingin NTB Diwakili Anak Muda di Senayan

Mataram, PorosLombok.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Gerindra Ahmad...

Ketua Provil Tuding Panitia “Lenek Volly Ball Cup II” Tidak Sportif dan Ancam Walk Out

LOTIM – PorosLombok.com | Turnamen bola voli Lenek Volly Ball (LVB) Cup II yang diselenggarakan oleh dua desa yakni Desa Lenek dan Desa Lenek Pesiraman di Lapangan Volly Lenek, Kecamatan Lenek sejak tanggal 3 September hingga 3 Oktober 2023, telah menyelesaikan beberapa pertandingan di babak penyisihan grup.

Turnamen Bola Volly yang diikuti oleh 15 tim se-Lombok Timur itu telah mendapatkan beberapa tim sebagai juara grup dan ranner up yang berhak lolos ke babak selanjutnya. Salah satunya adalah tim bola volly Provil Lengkok Lendang.

Namun bukannya merasa senang, offisial tim Provil justru merasa kesal terhadap panitia penyelenggara yang dinilainya tidak sportif dan tidak profesional. Pasalnya, tim Provil yang keluar sebagai juara grup E seharusnya bertemu runner up grup D, justru akan dipertemukan dengan juara grup A.

Hal itu menurut Ketua Tim Provil, Maksum, sangat aneh. Karna lazimnya di pertandingan manapun tak pernah ada skema loncat pagar. Idealnya, kata dia, setiap tim yang lolos ke fase knockout (sistim gugur) akan bertemu dengan tim dari grup terdekat.

“Misalnya, juara grup A bertemu dengan runner up grup B. Grup D bertemu grup E. Nah karna ini ada lima grup, maka grup C bebas mau diarahkan kemana karna dia di tengah-tengah. Tapi kalo grup E ketemu grup A, kan aneh bin ajaib,” tutur Maksum kepada poroslombok, Sabtu (16/9/2023), kemarin.

Dikatakannya, pihaknya tidak akan memprotes hal tersebut jika sejak awal panitia membuat bagan pertandingan dengan membubuhi nama masing-masing peserta yang kemudian di share ke peserta. Sayangnya bagan yang dibuat ketika itu masih kosong yang baru diisi setelah beberapa tim memastikan lolos.

Baca Juga :  Prof. Wiku: Vaksin Covid-19 Dipastikan Aman Sebelum Disuntikkan

“Memang kemarin dia (panitia-red) sudah menshare bagan itu, tapi itu setelah kita complain. Kalo sejak awal dia share bagan yang tertulis disitu siapa ketemu siapa kan ndak ada masalah. Kita ndak milih-milih lawan, kalah menang itu biasa dalam pertandingan,” tukasnya.

Anehnya di sini, sambung dia, wasit justru ikut masuk ke hal-hal teknis, yaitu ikut menentukan grup mana ketemu dengan grup yang mana. Padahal, terang dia, wasit itu tugasnya hanya sebatas memimpin jalannya pertandingan.

Lantaran itu, pihaknya kemudian mencoba menyampaikan protesnya ke salah seorang panitia. Namun pihaknya diminta untuk menanyakan ke wasit. Pun ketika wasit dikonfirmasi, wasit malah meminta menanyakan balik ke panitia.

Tak kunjung mendapatkan penjelasan yang memadai, ketua tim Provil itu pun menuding panitia LVB Cup tidak sportif. Dirinya kemudian memberi sinyal tidak akan melanjutkan keikutsertaannya alias walk out sebagai bentuk protes dan kekecewaannya terhadap panitia.

Kendati demikian, pihaknya masih memberikan waktu kepada panitia untuk membenahi skema / bagan pertandingan. Dirinya menawarkan dua opsi, yaitu juara grup diberikan kesempatan cabut lot untuk bertemu runner up dari grup mana, atau runner up yang cabut lot untuk bertemu dengan juara grup mana.

Baca Juga :  Sukseskan Desain Besar Olahraga Nasional Menpora Ajak PWI Jalan Bareng

Opsi kedua adalah, panitia bisa menggunakan sistem setengah kompetisi yang dimana semua tim yang lolos ke babak delapan besar akan saling berhadapan satu sama lain. Sehingga siapa yang paling besar kemenangannya dialah yang berhak lolos ke babak selanjutnya.

“Jika opsi yang kami tawarkan tidak diindahkan, maka kami putuskan keluar dari turnamen ini. Bahkan teman-teman sudah bersepakat untuk membawa massa yang banyak untuk menghentikan turnamen tersebut,” tegasnya.

Terpisah, ketua panitia LVB CUP II, Radena Zabid Neokavele, yang dikonfirmasi via telepon menjelaskan perihal skema pertandingan yang dinilai rancu oleh offisial tim Provil. Ia menyebutkan jika skema tersebut sudah disepakati oleh semua peserta pada saat pertemuan technical meeting.

“Kalo bagan itu kan A, B sama C, D. Kalo grup E itu tambahan dan itu sudah diketok saat technical meeting yang diikuti oleh semua peserta, sudah di foto dan sudah disepakati sebelum cabut lot. Jadi ndak ada kita ndak sportif,” akunya.

Ia mengklaim, bahwa skema pembagian grup tersebut sudah sesuai aturan dari PBVSI Lombok Timur, karena wasit yang mempimpin pertandingan dalam turnamen tersebut diambil dari PBVSI.

Saat yang sama ia kemudian mengirimkan foto bagan skema pertandingan kepada wartawan media ini dengan dibubuhi caption bahwa jejak digitalnya ada. Bahkan ia juga mengklaim bahwa saat itu perwakilan tim Provil juga ada yang datang dan dipersilakan ikut memfoto bagan yang sudah ada.

Baca Juga :  Bale Himalo Di Jakarta Bisa Jadi Rumah Singgah Warga Lombok Diaspora

“Jelas ya saudaraku. Dan kita tunggu beliau-beliau (Offisial Provil-red) datang cabut sendiri lot-nya, saking menghargai saudara-saudaraku yang ada di Provil. Sebelum lengkap kita tidak mulai technical meeting,” akunya.

“Kalau bagan sudah dari awal sudah jadi, dan tidak ada yang di tutupi. Sudah jelas di liat siapa ketemu siapa,” imbuhnya.

Ketika disebutkan bahwa bagan tersebut awalnya kosong atau tidak ditulis nama tim peserta pada saat technical meeting, dirinya pun tidak menampik hal tersebut dan mengakui bahwa bahwa memang kosong karena belum main, hanya ditulis A1, A2 saja.

Selanjutnya saat disinggung soal permintaan dari tim offisial Provil yang meminta agar dilakukan cabut lot kembali di fase gugur nanti, pria yang karib disapa Dadenx itu bergeming, tetap melanjutkan sesuai keputusan technical meeting, bahkan dewan pembina juga berkata harus dilanjutkan.

“Malu dong kita rubah-rubah bagan. Ndak ada ceritanya turnamen rubah-rubah semau panitia pak,” tandasnya.

Yang jelas, lanjut dia, turnamen ini sebagai ajang silaturahmi, bukan semata-mata adu kekuatan dan kemenangan. Sehingga dalam pertandingan harus siap siapa bertemu siapa.

Selanjutnya ia mempersilakan tim Provil jika ingin walk out atau keluar dari turnamen tersebut, sembari meminta maaf jika ada salah kata dan cara selama menggelar turnamen. “Semoga pervolian Lotim makin maju,” tutupnya.

(Anas/PL)

TERPOPULER

Berita terbaru