OPINI | POROSLOMBOK –
“Dalam setiap kejadian pasti ada hikmah yang tersembunyi didalamnya,” kalimat ini mungkin menggambarkan Badan Promosi Pariwisata (BPPD) Lotim dengan sejumlah pelaku wisata terutama di Lombok Timur. Sebelumnya banyak terjadi miskomunikasi antar BPPD dan Pelaku wisata sehingga berimbas pada program-program BPPD yang kurang maksimal dalam mempromosikan pariwisata-pariwisata yang ada di Lombok Timur.
Perlu diingat tujuan terbentuknya BPPD ini sebenarnya sebagai pasar tempat bertemunya semua pelaku wisata, sehingga mempermudah para pemilik hotel, pengusaha travel dan lain-lain, kalau kita lihat iniseakan-akan seperti latihan, ibarat Kita ingin berenang , sehebat-hebatnya kita menguasai teorinya kalau kita tidak pernah tenggelam kita tidak akan bisa berenang.
BPPD Lotim diharapkan seperti itu, manfaatkan momen yang baik ini untuk menggaungkan pariwisata kita, dengan kerjasama yang baik dengan semua stakeholder baik para pelaku wisata dan sebagainya.
Menjelang event motogp, BPPD sudah melakukan semua survei penginapan dan kamar-kamar hotel di seluruh wilayah Lombok Timur, sehingga para pelaku wisata mengetahui karekteristik para tamu yang menginap. Dari hasil pantauan selama ini ternyata karekteristik tamu berbeda-beda, sehingga ada beberapa Home stay di Lotim tidak bisa digunakan.
Diantara karakteristik para tamu saat ini lebih banyak menginap secara berkelompok, tentu hal ini membuat para pelaku wisata dan BPPD bingung untuk mencari penginapan yang tepat buat mereka, namun kita patut syukuri dengan adanya ini dievent selanjutnya pemerintah dengan seluruh pelaku wisata bisa melakukan persiapan yang lebih matang lagi kedepannya.
Kembali ke karekteristik para tamu yang dimana mereka lebih mengutamakan penginapan yang lebih dekat dengan sirkuit sehingga penginapan yang jauh walaupun bagus belum tentu dapat bokingan. Dan perlu diketahui kekurangan kita di Lotim ini adalah kurangnya Hotel bintang Lima membuat para tamu juga harus menyewa di Bali.
Lombok timur sebenarnya memiliki tamu sekitar 600 orang cuma mereka tidak bisa ke sembalun sementara kapasitas kamar di tiga titik yakni Selong, Tetebatu, dan jerowaru ini hanya mampu menampung 400an orang, walaupun ada di Sembalun akan tetapi ada beberapa tamu yang menganggap itu terlalu jauh.
Beberapa waktu yang lalu sempat juga akan dibuat Pendopo Bupati tempat menginapnya Gubernur Sulawesi Tenggara (Sulsel) namun batal, mengingat Garuda Indonesia membuka transportasi langsung, untuk tamu Motogp ini. Namun kita juga patut berbangga dengan Event Motogp, bayangkan! sekelas Gubernur Sulsel rela bolak-balik hanya untuk menonton Balap ke Lombok.
Motogp merupakan peluang emas untuk para investor kedepannya, maka dari itu mari kita bersama-sama bangun Lombok Timur yang tercinta ini sehingga pembangunan di bidang pariwisata semakin maju, tentunya akan berimbas terhadap perekonomian masyarakat khususnya di kabupaten Lombok Timur.
Dari tulisan ini dapat disimpulkan ada beberapa hikmah yang dapat diambil dari event ini yakni. (1) Terjalinnya kerjasama yang baik antara BPPD dan para pelaku Wisata yang ada di Lotim, (2) karekteristik para tamu motogp berbeda-beda sehingga kedepannya Lotim harus segera berbenah, (3) para investor yg telah memiliki tanah, khususnya di Selatan untuk mempercepat merealisasikan rencana bisnis perhotelannya dan pastinya Pemda sangat Wellcome dengan para Investor yg sungguh-sungguh
Penulis : arul
Sumber : Drs HM Juaini Taopik .M.Ap
Sekretaris Daerah Kab.Lotim


















