Opini, POROSLOMBOK – Begitu Banyak Indikasi permainan di Desa Sukadana yang sangat meresahkan masyarakat, ini membuat prihatin dan miris bagi Organisasi Pemuda desa Sukadana, hingga terlontar sebuah pertanyaan di benak lalu Meri Andhalas Ketua Pemuda Desa Sukadana, siapa yang bermain di balik semua ini? Sabtu (09/1)
Ia mengnggap Demokrasi di desa sukadana seolah digebiri dan ketidak adilan di pertontonkan oleh para aparatur desa, terbukti dengan banyaknya kasus – kasus yang seolah menjadi sebuah misteri yang tidak ada ujung pangkalnya seperti kasus ijazah Palsu, Perubahan nilai hasil seleksi, ini sebuah kekeliruan yang harus segera diperbaiki sebelum masalah ini menjadi bom waktu yang bisa meledak kapan saja.
Kepala desa bagai Raja Kecil yang mengatur kehendak hatinya, mungkin ia lupa bahwa jabatan itu sebuah titipan, dan jabatannya adalah sebagai pelayan masyarakat bukan mengatur semaunya ingat negara ini negara pancasila yang di atur dalam UU dasar 1945 tidak ada yang kebal dimata hukum.
“Kami dari Pemuda sukadana sangat menyayangkan hal ini”
apakah para Pemuda akan turun kejalan untuk menyelesaikan masalah ini? Kayaknya tidak perlu karna negara kita masih mengedepankan sistem Musyawarah untuk mencapai mufakat, jadi kami minta agar para pejabat desa sukadana sudahi permainan ini
Jangan ada lagi permainan seperti ini lagi karna kita mempertaruhakan masa depan desa sukadana kalau jabatan yang mereka peroleh dengan cara curang mau jadi apa desa ini, dan tidak menutup kemungkinan meraka akan melakukan kecurangan – kecurangan yang lain
Kami dari pemuda tidak mempermasalahkan siapapun yang terpilih menjadi Kepala Wilayah tapi dengan cara yang jujur karna desa ini milik kita bersama, mari kita perbaiki desa kita , karna pemuda adalah sebagai kontrol pemerintah khusus di desa
Dan apabila nanti kasus pemalsuan ijazah ini tetbukti maka secara otomatis yang bersangkutan mau tidak mau harus mengundurkan diri dari jabatannya karna ini merupakan pelanggaran yang tidak bisa di Tolerir, jangan main – main dengan hukum.
Terahir kami sampaikan aturlah desa ini sesuai sistem yang ada jangan ada yang coba – coba melanggar apa yang sudah di tetapkan jangan hianati kepercayaan masyarakat .(rl)














