Lombok Timur, PorosLombok.com – Dosen Ilmu Poltik Universitas Negeri (UIN) Mataram Yang juga konsultan Politik Mac- Projects Dr. Ihsan Hamid, memprediksi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 tidak akan terlalu bergantung pada dukungan elektoral Organisasi.
Menurutnya sejumlah bakal calon bupati mempunyai kekuatan elektoral yang sama, terutama di tiga nama yakni H Khairul Warisin, H.Rumaksi, SJ, dan HM Syamsul Lutfhi. Karena nama-nama ini merupakan para mantan wakil Bupati Lombok Timur, bukan nama baru.
Berbicara dukungan elektoral Organisasi tentunya harus berkaca kebelakang, jika dilihat dari dukungan seperti ormas NW dan NWDI pernah kalah dibeberapa kali kontestasi Pilkada Lombok Timur, sehingga tentu tidak bisa menjamin bahwa dua organisasi besar ini mampu membawa kemenangan bagi bakal calon Bupati.
“Seperti NW Pada Pilkada 2008 pernah dikalahkan oleh Ali Bd yang waktu itu menggunakan jalur independen, kemudian NWDI Juga tidak bisa mengantarkan pak Syamsul Lutfi pada Pilkada Lotim 2018,” ungkap Ihsan, Senin (23/04).
Dijelaskannya, Bahwa Organisasi hanya sebagai pelengkap elektoral mengingat basis masih sangat cair, terutama para jamaah yang terkadang masih mengambang terkait arah dukungan, jika diibaratkan rasa-rasanya dari 100 pemilih kemungkinan hanya 30 yang mendukung.
“Sehingga ini Jangan menjadi ketakutan berlebihan para bakal calon, karena sesungguhnya Politik itu tergantung akomodasi, konsolidasi dan tingkat popularitas di Masyarakat,” ujarnya.
Tentu kata dia, Yang harus dilakukan oleh para bakal calon yakni bagaimana mendapatkan tiket dari Partai Politik agar dapat mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), bukan harus fokus memperebutkan dukungan elektoral ormas, karena itu merupakan syarat mutlak untuk jadi calon Bupati.
“Kalau menang kalah kita belum bisa prediksi, karena sampai saat ini belum ada yang deklarasi siapa berpasangan dengan siapa dan belum ada yang pegang rekomendasi Partai Politik,” pungkasnya.
(Arul/PorosLombok)














