Atap SDN 1 Jerowaru Lotim Rusak Parah Keselamatan Siswa Terancam

Atap gedung SDN 1 Jerowaru rusak parah hingga paksa pengosongan kelas demi keselamatan siswa. Kepala sekolah sebut 90 persen bangunan keropos dan butuh perbaikan.

PorosLombok.com – Atap bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Jerowaru di Kabupaten Lombok Timur mengalami kerusakan parah hingga mengancam keselamatan jiwa para siswa yang sedang belajar, Kamis (28/5/2026).

​Insiden ambruknya fasilitas publik ini mengganggu kelancaran kegiatan belajar mengajar harian. Pihak lembaga pendidikan terpaksa mengambil langkah darurat guna menghindari timbulnya korban luka akibat reruntuhan material.

​”Kerusakan ini disebabkan oleh kondisi bangunan yang sudah termakan usia,” ujar Kepala SDN 1 Jerowaru Muhyi.

​Muhyi menjelaskan bahwa rapuhnya struktur bagian atas gedung diperparah oleh faktor cuaca ekstrem belakangan ini. Guyuran hujan lebat tanpa henti selama beberapa hari terakhir memicu jatuhnya material genteng secara mendadak.

​Serpihan kayu plafon yang lapuk kini mulai berjatuhan di area teras depan. Bahaya serupa juga mengintai zona halaman belakang tempat anak-anak biasa menghabiskan waktu istirahat.

​”Satu ruang kelas telah dikosongkan sejak dua bulan lalu,” katanya.

​Kepala Sekolah membeberkan bahwa ruang kelas satu terpaksa dikosongkan demi keselamatan dini. Seluruh murid di kelas tersebut telah dipindahkan ke ruangan lain yang dinilai lebih aman dari risiko atap roboh.

​Kondisi ruang guru di sekolah tersebut juga dilaporkan mengalami kerusakan yang tidak kalah mengkhawatirkan. Retakan menjalar pada bagian langit-langit ruangan sehingga memicu kecemasan para staf pengajar.

​”Bagian tembok dan tiang bangunan sudah keropos,” ujarnya.

​Ia menambahkan bahwa lapisan semen pada pilar utama gedung sudah mengelupas akibat rembesan air. Besi penyangga di dalam tiang beton kini telah terekspos keluar dan mulai berkarat digerogoti korosi.

​Kerusakan masif juga merembet ke bagian ubin lantai yang mulai pecah dan amblas. Selain itu, seluruh kusen jendela serta pintu kayu sudah lapuk dan tidak dapat berfungsi optimal.

​”Hampir sembilan puluh persen dari total bangunan di sekolah ini sudah rusak,” pungkasnya.*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU