PorosLombok.com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menegaskan bahwa munculnya kasus keracunan tidak akan menghentikan jalannya program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah.
Pemerintah memilih opsi pembenahan sistem pengawasan ketat daripada membatalkan program nasional tersebut. Kebijakan ini diambil untuk memastikan pemenuhan nutrisi anak sekolah tetap berjalan secara berkelanjutan.
”Kalau ada yang keracunan, ya itu yang diperbaiki, jangan programnya dihentikan,” Abdul Mu’ti, Saat meresmikan RS UMMAT di Lotim beberapa waktu lalu.
Abdul Mu’ti menganalogikan insiden kesehatan tersebut dengan kecelakaan sepeda motor di jalan raya. Menurutnya, adanya musibah di jalan tidak serta-merta membuat pemerintah harus melarang seluruh masyarakat berkendara.
Pihak kementerian kini fokus mengevaluasi higienitas dapur penyedia jasa makanan di setiap satuan pendidikan. Langkah mitigasi cepat langsung diterapkan guna membangun kedisiplinan dan standarisasi tinggi bagi para mitra.
”Yang tidak bisa diambil semuanya, jangan dibuang semuanya,” katanya.
Mendikdasmen menggunakan kaidah fikih tersebut sebagai landasan untuk mengambil keputusan di tengah polemik. Memperbaiki kekeliruan teknis dinilai jauh lebih bijaksana daripada mengorbankan kepentingan gizi anak-anak.
Pemerintah memandang program ini sangat genting untuk mengubah pola diet harian generasi muda menuju arah yang lebih sehat. Langkah preventif ini diyakini mampu menekan angka kesakitan anak dalam jangka panjang.
”Membangun masyarakat yang berbudaya hidup sehat itu lebih baik daripada membangun rumah sakit,” ujarnya.
Abdul Mu’ti menambahkan bahwa investasi pada kesehatan anak sejak dini akan berdampak besar pada kualitas sumber daya manusia. Budaya bersih kini diintegrasikan ke dalam ekosistem belajar di sekolah dasar.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan ikut serta mengawasi distribusi makanan di lapangan. Kementerian juga menggandeng tim medis puskesmas setempat untuk memastikan setiap menu yang disajikan aman konsumsi.
Upaya perbaikan ini menuntut sikap tanggap dari seluruh pengelola pendidikan demi mewujudkan generasi yang tangguh dan berkemajuan*


















