Lombok Timur,Poros Lombok – Warga Desa Paok Lomboq, Kecamatan Suralaga, Lombok Timur, nekat menghancurkan fasilitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada Selasa malam.
Aksi anarkis kelompok masyarakat ini bermula dari sengketa status lahan pembangunan dapur gizi tersebut.
”Peristiwa itu berlangsung sekitar pukul 20.00 Wita saat saya sedang tidak di lokasi,” ungkap Kepala Desa Paok Lombok, Rasidi, Rabu (18/2).
Sejumlah orang mendatangi lokasi lalu merusak berbagai sarana fisik menggunakan alat seadanya. Mereka menghancurkan gerbang utama serta merobohkan kanopi bangunan yang baru saja berdiri di area proyek pemerintah tersebut secara membabi buta.
”Laporan mengenai amukan warga tersebut baru saya terima sesaat sebelum waktu Isya,” katanya.
Pantauan di lapangan menunjukkan suasana sepi tanpa aktivitas pekerja karena polisi sudah memasang garis pengaman. Tumpukan material sisa perusakan masih berserakan menutupi pintu masuk utama gedung pemenuhan gizi yang kini terbengkalai.
”Akar masalahnya muncul karena warga mengklaim lahan pembangunan tersebut merupakan tanah wakaf,” jelasnya.
Sebelumnya, warga sempat menggelar aksi demonstrasi untuk menuntut pemindahan lokasi dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Masyarakat setempat menolak keras pembangunan fasilitas tersebut jika harus menggunakan lahan yang statusnya masih menjadi sengketa.
”Pihak desa sebenarnya telah memfasilitasi mediasi antara warga dengan pengurus yayasan,” ujarnya.
Pemerintah desa dan pengurus yayasan sebenarnya sudah menyepakati kelanjutan proyek pada pertemuan hari Minggu lalu. Namun, kesepakatan itu ternyata gagal meredam kemarahan sebagian warga hingga berujung pada aksi pengrusakan sarana publik secara fisik.
”Mari selesaikan setiap persoalan melalui musyawarah kekeluargaan agar ada jalan keluar,” pungkasnya.*















