(PorosLombok.com) – Warga Dusun Keliwatanja, Desa Terara, Lombok Timur, kembali digegerkan serangan anjing liar. Kali ini, seorang bocah sembilan tahun menjadi korban keenam yang terluka akibat gigitan hewan buas itu.
Insiden berlangsung pada Senin (22/9) sekitar pukul 14.00 Wita. Muhamad Rizki Alfarido, pelajar asal dusun setempat, diserang dua ekor anjing liar saat hendak pulang mengaji melalui jalur pematang sawah.
“Korban ditolong warga yang kebetulan melintas, lalu segera dibawa ke Puskesmas Terara untuk mendapatkan pertolongan medis,” ungkap Kasihumas Polres Lombok Timur, AKP Nikolas Oesman.
Meski sempat dirawat, kondisi luka cukup parah membuat pihak puskesmas akhirnya merujuk korban ke RSUD Selong pada sore harinya.
“Sekitar pukul 17.40 Wita korban dibawa ke RSUD Selong agar segera mendapatkan perawatan lebih lanjut,” jelas Nikolas.
Polisi bergerak cepat dengan mendatangi lokasi kejadian, memastikan keadaan korban, sekaligus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.
“Kami mengingatkan agar orang tua lebih memperhatikan anak-anaknya, terutama saat beraktivitas di luar rumah,” tegasnya.
Nikolas menyebut serangan anjing liar di Keliwatanja sudah berulang kali terjadi. Bahkan, kasus kali ini tercatat sebagai yang keenam dalam beberapa waktu terakhir.
“Diduga hewan yang menyerang adalah anjing yang sama, sebab lokasinya selalu berada di titik serangan sebelumnya,” ujarnya.
Pihak kepolisian juga berkoordinasi dengan pemerintah desa dan UPT Peternakan serta Kesehatan Hewan Kecamatan Terara. Langkah itu ditempuh untuk mencari solusi permanen agar ancaman hewan liar tidak lagi meresahkan warga.
“Kami harap penanganan segera dilakukan supaya masyarakat bisa beraktivitas dengan tenang tanpa khawatir menjadi korban,” tutup Nikolas.
(arul/PorosLombok)














