Lombok Timur. Poroslombok – SMPN 1 Montong Gading meraih juara 1 pada dua mata lomba di Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) jenjang SMP tingkat kabupaten Lombok Timur.
Raihan juara itu didapat pada mata lomba Festival Kreatifitas Musik Tradisional dan Lomba Desain Poster. Pada lomba kreativitas musik tradisional, SMPN 1 Montong Gading menampilkan Kelenang Nunggal. Sementara pada mata lomba Desain Poster, siswi SMPN 1 Montong Gading atas nama Riskiani keluar sebagai jawara.
Kepala Sekolah SMPN 1 Montong Gading Suaedi, S.Pd mengaku sangat gembira dan bangga dengan torehan prestasi siswa-siswinya, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya pada Kamis (12/8).
“Alhamdulillah ini sangat menggembirakan sekali bagi keluarga besar SMPN 1 Montong Gading terutama bagi siswa kami yang ikut perlombaan ini tentunya sangat berbahagia” tuturnya.
Ia pun menjelaskan, ketika mengikuti lomba Festival Kreativitas Musik Tradisional di FLS2N, pihaknya tidak menyangka bisa menjadi juara 1, karena musik tradisional Kelenang Nunggal itu merupakan kegiatan ekstrakurikuler baru di SMPN 1 Montong Gading dengan waktu latihan siswa sangat terbatas yakni hanya kurang dari satu bulan.
“Dua minggu itu intens latihan dibantu oleh pembina dan pelatihnya, Alhamdulillah berkat antusias dari siswa kami sehingga bisa menjadi juara pada lomba ini,” terang Suaedi.
Suaedi pun menjelaskan, nantinya musik tradisional Kelenang tersebut dimatangkan kembali guna mengikuti lomba yang sama di tingkat provinsi mewakili Lombok Timur.
“Ini merupakan awal bagi kami untuk kedepannya terpacu dengan adanya lomba-lomba semacam ini, sehingga siswa termotivasi untuk belajar dan lebih mencintai kesenian tradisional Kelenang ini,” jelasnya.
Suaedi berharap kepada pemerintah agar lomba-lomba seperti ini tetap diadakan. Akan tetapi tidak hanya di bidang seni atau di bidang sains saja, tetapi mungkin lomba seperti keagamaan.
Karena menurutnya, walaupun sekolah yang dipimpinnya merupakan sekolah negeri, ke depan akan diadakan ekstrakurikuler bidang keagamaan seperti ekstrakurikuler Tahfiz Al-Qur’an.
“Bukan hanya yang akademik ataupun yang sifatnya seni saja tapi hal-hal keagamaan juga harus muncul, supaya tercipta SMP rasa Pesantren” jelas Suaedi.
Selain itu Suaedi juga berharap adanya bantuan berupa alat-alat kesenian tradisional dan modern dari pemerintah sehingga bisa menunjang kreatifitas siswa dalam belajar musik tradisional dan modern. (Mr)















