Lombok Timur- Pembanguanan jembatan di Desa Korleko, Kecamatan Labuhan Haji merupakan program dari Pemerintah Provinsi berkaitan dalam meningkatkan ruas jalan dari Bandara Internasional Lombok (BIL) menuju Pelabuhan Kayangan, Labuhan Lombok.
Guna memperlancar kegiatan pembangunan jembatan, Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kabupaten Lombok Timur Iskandar Zulkarnain mengatakan, mulai Senin besok 12 personil akan disiagakan untuk mengatur lalu lintas (Lalin) agar kendaraan roda empat bermuatan lebih dari lima ton tidak melewati jembatan sementara yang sudah dibangun di sebelah barat.
“Ada empat titik tempat personil kita standbay yakni Pertigaan Batuyank, Desa Angga Raksa, Lokasi pembangunan jembatan dan Pertigaan yang menuju Lenek. Ke 12 personil kita akan berjaga setiap hari selama seminggu dan itu permintaan dari pihak provinsi,” kata Iskandar, Kamis (23/10/09/2021).
Ia melanjutkan, terkait proses pelebaran jembatan tersebut murni dikerjakan oleh pemerintah provinsi. Dishub sendiri hanya koordinasi dalam pengaturan Lalin dan besok Minggu sudah mulai dipasang rambu-rambu untuk menghalangi kendaraan besar melewati jembatan yang dibangun sementara. Sebab jembatan sementara yang dibangun tidak bisa dilewati oleh mobil besar hanya bisa dilewati oleh mobil berkapasitas 5 Ton ke bawah.
Pembanguanan jembatan penghubung Desa Korleko dan Desa Korleko Selatan menelan biaya Millayaran rupiah yang dikerjakan selama 6 bulan dan selesai pada bulan Januari 2022.
Menurut Iskandar, dengan adanya program pembangunan jembatan dari pemerintah provinsi akan sangat berdampak sekali terhadap kelancaran aktivitas masyarakat yang menggunakan jembatan tersebut nantinya. Selain mendukung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pada ajang kegiatan motor Superbike yang di selenggarakan di sirkuit Mandalika, Lombok Tengah.
“Alhamdulillah, dengan adanya pembangunan untuk pelebaran jembatan di Korleko, nantinya bisa mengurangi angka kecelakaan lalin ditempat itu. Sebab di jembatan tersebut sering terjadi kecelakaan yang dipicu oleh faktor dari pengendara sendiri yang tidak ada yang mau mengalah sementara ukuran jembatan kecil dan panjang,” jelasnya.
Masih kata Iskandar, terhadap pembangunan jembatan yang terhenti pada saat proses pengerjaan berlangsung dikarenakan belum ada kesepakatan antara pihak pelaksana dengan PDAM terkait pemindahan pipa besar yang ada di samping jembatan.
“Bukan mangkrak hanya terhenti sebentar sebab mereka punya waktu pengerjaan 6 bulan. Maksud dari pelaksana mumpung mereka memiliki alat untuk memindahkan pipa, nanti kalau alat tersebut tidak disisni kita gak bisa bantu PDAM,” pungkasnya. (ns).

















