Lombok Timur. Poroslombok.com – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ( PP dan PA ) I Gusti Ayu Bintang Darmawati, S.E, M.Si. atau yang akrab disapa Bintang Puspayoga melakukan kunjungan kerja ke Sekolah Perempuan desa Montong Betok kecamatan Montong Gading pada hari Kamis (4/11).
Dalam sambutannya Ibu Bintang Puspayoga menyampaikan dengan adanya Sekolah Perempuan ini, perempuan diharapkan berani bicara, berani berpartisipasi terhadap pembangunan. Perempuan tidak hanya menjadi penikmat pembangunan akan tetapi ikut berperan dalam pembangnun itu sendiri.
“Saya merasa bangga bersama ibu-ibu anggota Sekolah Perempuan karena ibu-ibu ini sangat hebat” ucap Bintang Puspayoga.
Sebagai Menteri PP dan PA ia tentunya sangat yakin dan percaya perempuan bisa berkiprah tentunya tidak terlepas dari support atau dukungan dari seorang laki-laki apakah laki-laki itu sebagai seorang bapak, suami maupun saudara.
Dukungan terhadap ibu-ibu atau perempuan untuk bisa tampil di ranah publik sangat diperlukan karena perempuan adalah penopang hidup bangsa tidak hanya dari jumlahnya saja yang mengisi hampir setengah dari populasi Indonesia, perempuan juga memiliki peran penting dalam setiap lini dan sektor kehidupan.
Didalam keluarga lanjutnya, mayoritas perempuan menjadi manager keluarga kemudian juga ketika di ranah sosial perempaun memiliki empati dan sensitif sosial yang luar biasa untuk mencari solusi dari berbagai kondisi. Begitu pula dari sisi ketahanan ekonomi perempuan memiliki ketelitian kemudian kesabaran dan keuletan yang merupakan kunci dari kesuksesan.
“Saya sangat bangga dengan ketahanan ekonomi pangan perempuan yang ada di desa Montong Betok ini dan ini harus terus digali inovasi dan kreatifitas yang luar biasa ini” ucapnya.
Ibu Bintang Puspayoga melanjutkan perlunya mendorong kontribusi perempuan terhadap pembangunan dan masyarakat sekitarnya, terlebih ia yakin dan percaya kepada anggota Sekolah Perempuan dan juga ibu-ibu yang ada kabupaten Lombok Timur pasti diberikan kesempatan dan peluang oleh pemerintah kabupaten Lombok Timur dengan semangat untuk terus mereplikasi daripada Sekolah Perempuan ini.
Tentu lanjutnya, terkait dengan Sekolah Perempuan ini akan sangat sejalan dengan upaya pemerintah dalam mewujudkan kesetaraan gender. Sekolah Perempuan merupakan bentuk pengarus-utamaan gender di masyarakat diakar rumput untuk lebih memberdayakan perempuan yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan strategis dan kebutuhan praktis sekaligus untuk meningkatkan peran dan statusnya sebagai anggota masyarakat.
“Tentunya merupakan kebanggaan sekali lagi bagi saya ketika mendengar dampak positif atau berbagai progres yang ada di Lombok Timur ini berkaitan dengan terbentuknya Sekolah – Sekolah Perempuan yang ada dibeberapa desa yang ada di Lombok Timur ini” pungkasnya.
Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah keterwakilan perempuan dalam pengambilan keputusan ditingkat desa dan ini akan menjadi penting. Sehingga ia berharap mudah-mudahan ibu-ibu atau perempuan yang tergabung di dalam Sekolah Perempuan ini sudah mulai berani berperan untuk ikut berpartisipasi di dalam pembangunan yang ada di wilayah masing-masing.
Selaku Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, ia diberikan lima isu prioritas oleh Presiden yakni pemberdayaan perempuan dibidang kewirausahaan yang berperspektif gender, kemudian pemberdayaan ibu dan keluarga dalam pendidikan dan pengasuhan, penurunan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak, penurunan pekerja anak, dan pencegahan perkawinan anak.( Mr )
















