LOTIM | POROSLOMBOK –
Setelah ditandatanginya Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding,MoU) para pihak harus segera menindaklanjuti dengan langkah konkret. Hal tersebut mengingat penandatanganan ini bukan sebatas silaturrahmi dan acara seremonial, tetapi didasari tujuan meningkatkan IPM Lombok Timur.
Hal itu disampaikan Bupati Lombok Timur H. M. Sukiman Amzy pada acara penandatangan naskah kesepakatan bersama antara Pemerintah Daerah Kab. Lotim dengan Institut Agama Islam Tazkia Sabtu (25/12).
Ditegaskannya bahwa lebih penting dari seremonial penandatangan nota kesepahaman tersebut adalah realisasi atau pelaksanaan setelah penandatanganan tersebut.
“Kalau menandatangani, seremonial lima menit selesai,” ungkapnya.
“Tapi setelah ditandatanganinya itu yang menjadi fokus kita,” sambungnya.
Lebih lanjut, Bupati Sukiman menjelaskan dari aspek pendidikan kabupaten Lombok Timur masih rendah, karena itu Pemda memberikan respon positif untuk setiap penawaran kerja sama yang dapat mendukung aspek peningkatan pendidikan.
Sebelumnya Pemda Lombok Timur juga menjalin kerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) meningkatkan kualitas kepala desa.
Sementara itu, Rektor IAIT Murniati Muchlisin menyampaikan bahwa pihaknya telah memberikan beasiswa kepada 20 siswa asal Lombok Timur.
Ia bahkan mengaku bangga karena setlah lulus penerima beasiswa tersebut memutuskan pulang dan membangun daerahnya.
Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Bupati H. M. Sukiman Azmy dengan Rektor Institut Agama Islam Tazkia Bogor Murniati Muchlisin berlangsung di Pendopo Bupati.
Sejumlah OPD terkait hadir menyaksikan Penandatanganan kesepahaman tentang peendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat tersebut.(*)

















