MATARAM | Poroslombok.com –
Aksi massa yang mengatasnamakan diri Aksi Bela Leluhur TGH. Ali Batu, Rabu (5/1/2022), yang dipicu statemen oknum bergelar License (Lc) dan Master of Art (MA) di depan Kantor Bupati Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), berlangsung aman dan kondusif dengan sinergi Polri dan Pemda setempat. Hal itu mendapat apresiasi positif dari Kapolda NTB.
Kapolda NTB Irjen Pol. Drs. Djoko Poerwanto, Kamis (6/1/2022), mengatakan bahwa aksi damai itu menunjukkan bahwa masyarakat NTB secara umum, memiliki kesadaran hukum dan kesadaran terhadap aturan.
“Ini harus dicontoh oleh kita semua. Saya bangga dan salut kepada seluruh masyarakat khususnya masyarakat Lombok Timur, dan apresiasi untuk Polres dan Pemda Lombok Timur juga TNI yang bersinergi mengamankan aksi massa,” ungkapnya.
“Terima kasih untuk semuanya,” imbuh Irjen Pol. Djoko.
Jenderal Polisi Bintang Dua itu mengungkapkan, dalam menghadapi aksi massa personel keamanan tidak harus represhif, tapi sebisa mungkin lebih mengedepankan pengamanan persuasif dan humanis.
“Menghadapi aksi massa tidak harus menggunakan pengamanan underestimate, namun persuasif dan humanistik approach harus lebih dikedepankan, ini yang sudah dilakukan Kapolres bersama Forkopimda Lombok Timur,” katanya.
Diketahui, sebelum dilakukan pengamanan Kapolres Lombok Timur AKBP Herman Suriyono, S.I.K., M.H., sekitar pukul 08.00 Wita memimpin apel kesiapan pengamanan yang melibatkan personel Polres dan Polsek jajaran, Satuan Brigade Mobil (Brimob) dan Samapta Polda NTB, unsur TNI dan Satpol PP serta unsur Dinas Perhubungan.
Hadir dalam apel kesiapan pengamanan Dandim 1615/Lotim, Dansat Brimob, Direktur Binmas Polda NTB, Waka Polres Lombok Timur, dan Kepala Satpol PP Lombok Timur.
Dalam arahannya Kapolres Lombok Timur menyampaikan, pelayanan pengamanan aksi damai ditekankan menggunakan persuasif dan humanis.
“SOP (standar operasional prosedur, red) pengamanan aksi agar dipedomani, tanpa ada personel yang membawa senpi (senjata api, red). Kita harus pastikan jalannya aksi damai ini berjalan kondusif dari awal hingga akhir,” tegasnya.
Sementara saat aksi massa berlangsung, Polisi Wanita (Polwan) selaku Pasukan Pengendali Masyarakat (Dalmas) Humanis, tampak membagikan air minum kemasan di tengah terik matahari kepada massa aksi.
Selain itu, para Srikandi Bhayangkari juga membagikan masker kepada massa aksi yang tidak memakai atau lupa membawa masker, sebagai bentuk pelayanan, perlindungan, dan pengayoman masyarakat, dalam upaya penerapan protokl kesehatan (prokes) guna menekan penyebaran pandemi Covid-19.
(***)
















