LOTIM | POROSLOMBOK –
Pendakian Gunung Rinjani, telah dibuka Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) NTB. Pendakian tersebut dimulai sejak kemarin (16/3), setelah semua level dinyatakan aman. Baik itu dari sisi trek jalur pendakian, cuaca dan sebagainya.
Kepala Balai TNGR NTB, Dedy Asriadi, melalui ponselnya, kemarin menjelaskan, rinjani setiap tahun kalau mau ditutup tetap dengan dua pertimbangan, yakni penutupan dengan tujuan pemulihan
ekosistem serta karena curah hujan tinggi atau diatas normal menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), demi kepentingan pendakian.
Demikian juga denganpembukaan pendakian sambungnya, tetap mengacu data BMKG, berdasarkan hasil pengecekan jalur pendakian melibatkan semua stakeholder, serta regulasi yang ada. Menurut BMKG, curah hujan bulan Maret ini dinyatakan normal. Demikian juga hasil pengecekan pendakian tidak ada masalah, kalau ada jalur pendakian rusak maka dilakukan perbaikan.
“Semua kami lakukan, dan kami dari balai taman nasional gunung rinjani, tidak akan membuka atau menutup pendakian, bila tidak berdasarkan semua kajian melibatkan para pihak. Pembukaan pendakian ini, juga telah kami sosialisasikan pada semua porter, guide, Basarnas dan lainnya,”katanya.
“Semua sudah disusun kembali. Termasuk Standar Operasional dan Prosedur (SOP), upgrade e-Rinjani. Kalau semua sudah oke, baru rinjani kami buka,”tambah Dedy.
Soal seberapa banyak jumlah pendaftaran pendakian melalui e-rinjani sejak dibuka, pihaknya mengaku belum menerima laporan. Jumlah hari dan kapasitas pendakian di Rinjani, diberlakukan sama seperti tahun sebelumnya, sebab Covid-19.
“Masalah target Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) tahun ini, kami tidak patok target karena susah sebab pandemi,”terangnya.


















