PorosLombok.com | LOMBOK TIMUR –
Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW) menggelar Silaturrahmi Pendidikan di Pondok Pesantren (Ponpes) Syaikh Zainudin NW Anjani, Minggu (08/05).
Acara tersebut menjadi tradisi Almaghfurlah Maulanasyaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, semasa hayatnya, sebagai ajang saling memaafkan antar abituren (alumni) santri, pengurus dan warga NW yang dilaksanakan setelah satu minggu Idul Fitri setiap tahunnya.
Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW) TGKH Muhammad Zainuddin Atsani, dalam pengajiannya, menjelaskan di bulan Syawal, bulan dikenal juga dengan bulan pemaaf.
“Saya memulai pidato dengan tradisi Ninikda almagfurulah Maulana Syaikh dengan muridnya, yakni mengucap Minal Aidin wal Faizin wal Makbulin,” ucap
Maulanasyaikh Atsani memulai pidatonya di hadapan ribuan jamaah yang hadir.
Pada acara tersebut ia mengajak para jamaah untuk selalu mengikuti apa yang putuskan oleh pemimpin. Terutama sekali berkaitan dengan kemajuan dan pengembangan NW.
“Apapun kata pimpinan itu wajib harus dijalanlan oleh para jamaah yang ada,” tegasnya.
“Contohnya dalam bidang politik, apapun yang menjadi pandangan politik NW kedepannya itu bukan dari kemauan keluarga tetapi murni dari keputusan terbaik para pengurus untuk NW,” sambungnya.

















