Hirsan: Event Rinjani 100 Adalah Momentum UMKM untuk Unjuk Kualitas Produk Lokal

PorosLombok.com | LOTIM-

Gelaran Event Rinjani 100 mulai dipadati oleh para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), mengingat event ini merupakan event kelas dunia yang diikuti oleh peserta dari 29 negara.

Setidaknya ada 40 pelaku UMKM lokal yang sudah menggelar produknya, yang terdiri dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebanyak 38 stand. Selanjutnya ada 5 stand yang berisikan 20 orang dan untuk TNGR 1 stand, juga ada 1 UMKM yang berasal dari luar Kabupaten Lombok Timur.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Bidang UMKM pada Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Lombok Timur, Hirsan, S.A.P, kepada poroslombok.com di lokasi acara, Sabtu (4/6).

Hirsan juga menyebutkan, bahwa peserta bazar tersebut berasal dari 21 kecamatan yang ada di Kabupaten Lombok Timur, dengan produk khas masing-masing.

Adapun para pelaku UMKM yang hadir pada gelaran Rinjani 100 kali ini merupakan binaan Dinas Koperasi Lotim yang sebelumnya sudah dikaji terlebih dahulu sebelum diberikan ijin untuk mengikuti bazar tersebut.

“Untuk persyaratan bagi pelaku UMKM, sudah dikaji oleh Dinas koperasi, dan mereka sudah masuk dalam binaan kami,” ucapnya .

Ia menambahkan, pelaku UMKM yang ikut dalam bazar ini merupakan yang aktif dan tetap menjaga eksistensinya, baik dimasa gempa maupun pada masa pendemi Covi-19.

Selain itu juga mereka sudah lama dibina sejak sebelum ajang MotoGP Mandalika, bahkan mereka juga ada seleksi, dimana produk yang di sajikan harus pariatif.

“Ada berbagai UMKM yang tersedia di sini yang menjajakan berbagai produk berbeda. Dari mulai jajanan, makanan berat, hingga dengan baju dan barang oleh-oleh lainnya yang tersebar di 21 kecamatan, di Lombok Timur,” katanya.

Hirsan berharap, agar momentum event Rinjani 100 kali ini bisa dimaksimalkan dengan baik oleh para UMKM yang ada di sini.

“Harapan kita event Rinjani 100 bisa mendongkrak perekonomian, disamping ajang promosi wisata daerah” ujarnya.

Disamping itu juga ia mengharapkan dari event ini bisa mnampilkan sembalun dengan nuansa pegunungannya dan masyarakat yang ramah.

Untuk itu para masyarakat diharapkan bisa menjamu wisatawan yang tak hanya berasal dari luar Daerah saja, tetapi juga berasal dari luar Negeri. Dan tentu saja menjadi momentum untuk membuktikan kualitas produk lokal yang tidak kalah dengan produk luar.

“Saya percaya dengan lahan yang disediakan, nanti para UMKM yang ada saya harapkan bisa bergerak sendiri kedepannya,” tandasnya.

“Ijinnya pun sudah ada semua, sebelumnya kita sudah berikan diklat, bagaimana mengemas produk yang baik,” tutupnya. (Arul/porosLombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU