Poroslombok.com | LOTIM –
Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Timur, H.M. Juaini Taofik, pada hari Rabu tanggal 8 Juni kemarin telah melantik beberapa pejabat baru lingkup Pemda Lombok Timur, tiga diantaranya adalah Jabatan Tinggi Pratama.
Tiga pejabat tersebut adalah, Dr. Fauzan, M.Pd, sebagai Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian (Kominfo dan Persandian), Drs. Iswan Rakhmadi, M.M, menduduki jabatan kepala Dinas Pariwisata, dan Suroto, S.K.M., M.Kes menjabat Kepala Dinas Sosial.
Dari ketiga nama itu, oleh beberapa pihak disebut-sebut sebagai pejabat impor, yang kemudian mengarah ke satu nama yakni, Dr. Fauzan, M.Pd, yang dilantik sebagai Kepala Dinas Kominfo.
Menanggapi hal itu, Dr. Fauzan, pun memberikan penjelasan berkelas. Bahkan, Dr. Fauzan, merasa bersyukur dan berterimakasih atas perhatian dan kepedulian masyarakat Lotim kepada dirinya.
“Sebelumnya saya mau mengucapkan terimakasih dulu ya, karna tanpa saya minta banyak yang peduli dan memperhatikan saya,” kata Dr. Fauzan kepada poroslombok.com, Jum’at (10/6/22).
Dr. Fauzan mengatakan bahwa tidak pas jika dirinya disebut sebagai pejabat impor di tanah kelahirannya sendiri (Lotim-red). Tetapi sebaliknya, daerah lain lah (KLU-red) yang mengimpor dari Lombok Timur.
Dirinya kemudian mengungkapkan tempat kelahirannya dan dari mana ia mulai meniti karir. Dr. Fauzan adalah pria kelahiran Pancor Bermi 54 tahun silam, atau tepatnya pada tahun 1968.
_Perjalanan Karir Dr. Fauzan_
Pada tahun 1998, Dr. Fauzan, diangkat menjadi seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang kemudian ditugaskan di SMAN 1 Sikur dan SMA Masbagik. Saat itu SMA masih dibawah naungan pemda lotim.
“Tapi sebelum menjadi PNS, saya pernah mengajar di beberapa madrasah di Lombok Timur,” sebutnya.
Beberapa tahun berselang, ia kemudian masuk sebagai pegawai pemda lotim dari tahun 1998 sampai tahun 2010, dengan menempati berbagai posisi jabatan.
Menariknya, selama menjadi pegawai pemda lotim, ia melanjutkan pendidikan S2 atas rekomendasi bupati saat itu (Ali BD). Kemudian melanjutkan ke S3, juga atas rekomendasi bupati yang saat itu dijabat oleh Sukiman Azmy.
Pada tahun 2010 Dr. Fauzan kemudian misbar (pindah) menjadi Dosen Negeri, dan oleh Dikti Jakarta ia ditugaskan di STKIP Hamzanwadi yang sekarang menjadi Universitas Hamzanwadi.
Setelah menjadi dosen, Dr. Fauzan, kemudian mendapatkan Surat Keputusan (SK) menjadi tim ahli Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) selama dua tahun.
“Saya ditunjuk sebagai tim ahli BSNP dari tahun 2011-2012. Ketika saat itu terjadi evaluasi kurikulum KTSP yang berubah ke kurikulum K13,” jelas dia.
Luar biasanya lagi, disaat bersamaan, ia menjadi pengajar selama lima tahun, 2010-2015, di prodi bahasa Indonesia pascasarjana UNRAM, selain tetap menjalankan tugas dari Dikti sebagai tugas negeri di STKIP Hamzanwadi Selong. Kemudian pada saat yang sama, ia juga menjadi Ketua Badan Akreditasi Provinsi NTB untuk PAUD dan Pendidikan Non Formal selama 7 tahun, dari 2008-2015.
“Kemudian juga jadi tim pengarah kebijakan gubernur, kemudian juga jadi Wakil Ketua Dewan Riset Daerah (DRD) NTB, bersama pak Dr. Rosiadi saat itu,” tuturnya.
Setelah menjalani berbagai proses, hinggalah pada tahun 2015 silam, atas permintaan banyak pihak mulai dari tokoh pemuda, tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk membantu Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU), hingga pada akhirnya ia pun menyetujui.
Di sana (KLU-red) ia diberi amanah menjadi Sekretaris BAPPEDA. Setelah itu menjadi Sekretaris Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olah Raga (Dikpora) yang kemudian pada tahun 2018 menjadi PLT Kepala Dikpora.
Pada tahun 2019 ia kemudian dilantik menjadi Kepala Dikpora definitif dan berakhir pada November 2021 lalu, yang pada akhirnya Dr. Fauzan pulang kampung kembali untuk mengabdikan diri di pemda lotim.
“Jadi praktis saya di KLU itu hanya 5 tahun ya, sisanya selama dua puluhan tahun saya di pemda lotim. Jadi yang pas itu mungkin daerah lain mengimpor dari lotim ya, bukan sebaliknya,” tandasnya.
Apapun itu, dengan rendah hati, Fauzan meminta dukungan semua pihak baik kolega di pemda lombok timur, legislatif dan semua elemen masyarakat supaya bisa bekerja dengan baik, tetap amanah, dan bisa mewujudkan visi-misi bupati dan wakil bupati untuk Lombok Timur yang Adil Sejahtera dan Aman.
(Anas/pl)

















