PorosLombok.com, LOTIM –
Warga dusun Timbanuh desa timbanuh kec pringgasela kab Lotim digegerkan dengan penemuan kerangka dengan baju dan sarung yang masih utuh, di bawah jurang dengan ketinggian kira kira 50 M.sekitar pukul 11.30, Senin (21/11).
Kapolres Lombok Timur melalui Kasi Humas Iptu Nicolas Oesman menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan anak korban, Jum’ah (36), identitas kerangka manusia tersebut atas nama Rah alias inaq rohan (68) tahun warga Dusun Mekar sari desa jurit baru kec pringgasela kab Lotim.
Identitas korban di ketahui setelah anggota BKTM polsek pringgasela menyebarkan informasi ke desa binaan masing masing dan info tersebut di ketahui oleh warga desa jurit baru serta melakukan pemeriksaan di temukannya kerangka tersebut dan memastikan bahwa kerangka tersebut merupakan kerangka ibunya yang hilang sekitar satu bulan yang lalu
“ciri yang terdapat pada korban yaitu sarung berwarna hijau dan baju yang dikenakan berwarna hitam bagian belakang bertuliskan sinarmas merupakan baju terakhir yang di pakai oleh ibunya sebelum hilang,”ungkapnya
Korban meninggalkan rumah dan hilang sekitar satu bulan yang lalu serta keluarga sdh melakukan pencarian namun korban ditemukan sudah tinggal kerangka,
“Menurut anaknya, korban mengalami lupa ingatan/pikun sejak beberapa tahun,” jelas Nicolas
Adapun Kronologis kejadiannya. Sekitar pukul 11.00 wita saat inaq apis dan inaq pini bermaksud untuk nebang pohon pisang yang di beli dari papuq udin saat menebang pisang, kedua saksi mencium aroma bangkai akan tetapi saat itu saksi memperkirakan aroma tersebut berasal dari bangkai anjing atau babi akan tetapi tidak melihat adanya bangkai.
Selanjutnya memberitahukan kepada sdr amaq inun yang saat itu sedang menyabit rumput mengatakan bahwa di sebelah barat kebun papuk udin ada aroma bangkai kemudian saudara amaq inun menuju tempat yg di maksud oleh inaq apis dan inaq pini untuk melakukan pemeriksaan dan di tempat tersebut amaq inun menemukan baju dan kain sarung , tulang dan tengkorak manusia yang tersebar di beberapa tempat kemudian amaq inun menuju ke kantor desa timbanuh untuk melaporkan penemuan kerangka manusia.
Terkait kejadian tersebut pihak keluarga korban menolak otopsi, dan membuat surat tidak keberatan dari pihak keluarga sehingga keluarga meminta untuk membawa pulang korban untuk selanjutnya di lakukan pemakaman
“Saat ini, Korban sudah di bawa oleh keluarga untuk dilakukan pemakaman,” pungkasnya
(Arul/ PorosLombok)
















