Apakah Kecimol Budaya Sasak? ini Penjelasannya 

PorosLombok.com

Kesenian Kecimol belakangan ini menuai pro kontra di tengah masyarakat Lombok Nusa Tenggara Barat, karena Kecimol dinilai sering menjadi biang keributan mengingat biduan sering berpenampilan atau joget seksi. Banyak masyarakat menganggap Kecimol bukan merupakan budaya asli Sasak jika demikian, dari mana asal usul kecimol?.

Dilansir dari kanal YouTube Media dotcom, menurut Budayawan Lombok Adam gottar Para mengatakan, Kecimol merupakan kesenian Sasak yakni suatu kesenian tradisional yang terbentuk berdasarkan akulturasi budaya dengan budaya luar.

“Kecimol adalah seni kontemporer yang merupakan produk masa kini sebagai bagian dari akulturasi budaya akibat aksi interaksi dengan budaya lain,” ujarnya.

Akulturasi budaya dimaksud yaitu budaya Eropa yang bermula dari drumband, dari drumband tersebut muncul ide untuk membentuk kesenian baru yang dikenal dengan Kecimol, dari penelusurannya ke Cimol berkembang pertama kali dari Kecamatan masbagik Lombok Timur.

Kecimol mulai dikenal sekitar era 80-an dan mulai berkembang menjadi seni hiburan saat Nyongkolan atau tradisi mengantar pengantin suku Sasak, tahun 80-an dulunya namanya esot, tumbuh kembang dari Lombok Timur.

“Drumband Kecimol, kemudian dibawakan dengan lagu pilihan mereka,” ungkapnya

Dulunya Kecimol lanjutnya, digunakan untuk menghibur masyarakat yang sedang bergotong-royong atau sedang bekerja di sawah, seiring waktu mulai digunakan di acara perkawinan.

Adam mengatakan Kecimol harus tetap dilestarikan sebagai sebuah kesenian sekaligus tempat masyarakat menggantung hidup darinya, setiap genre kesenian sama-sama punya hak hidup jadi bukan cuma gendang beleq dan sebagainya saja.

“tidak ada diktum keputusan mengatakan yang berhak hidup seni tradisi yang sudah lama Tapi Seni tradisi kontemporer yang lahir dari perubahan berhak hidup,” ujarnya lagi.

Adam melihat perkembangan Kecimol yang pesat sebagai sebuah prestasi yang harus dijaga karena banyak masyarakat yang secara ekonomi dan sosial tersisihkan dapat mencari makan melalui kesenian tersebut, sehingga ia beranggapan wacana penertiban Kecimol karena alasan sering mendatangkan keributan pada warga sangat tidak adil, karena kegaduhan yang terjadi bukan hanya karena Kecimol tapi juga terjadi karena gendang belek artinya kedewasaan masyarakat yang menikmati kesenian yang Perlu diperbaiki bukan pada kesenian itu sendiri.

Sementara itu menurut Octa Fauzan melalui diskusi tradisi menyebutkan sejarah Kecimol kesenian Cilokak masyarakat orong laut bermula Esot Dimas bagi kelompok Timur yang mengadopsi Box Sound dangdut dorong Jawa dengan nama esot-esot tegasnya ke Cimol itu hanya sebuah singkatan.

Kini Kecimol sudah mulai dikenal secara nasional bahkan dunia melalui kreativitas para kreator dengan menjamurnya para komunitas youtuber di Nusa daerah barat. Kesenian budaya Sasak yang dikenal dengan orkes dorong atau Kecimol menurut praktisi kesenian budaya Kecimol Bang Andi Saleh yang berasal dari Bengkulu mengatakan, bahwa dikenalnya Kecimol oleh publik bukan karena penyanyi atau musisinya Namun karena para youtuber jadi youtuber merupakan gerbang ketenaran Kecimol itu sendiri. (Red)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Bank NTb

TERBARU