UPT Puskeswan Sakra Timur Laksanakan Program Pengobatan Hewan Ternak, Gratis

LOTIM – PorosLombok.com | Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) atau dikenal dengan Foot and Mouth Desease (FMD) menyerang hewan ternak pada 2022 lalu termasuk Lombok Timur, kini sudah mereda.

Meski begitu, pemerintah tentu tidak mau mengambil resiko. Setelah dilakukan vaksinasi terhadap semua hewan ternak, kini Kementerian Pertanian memberikan program lanjutan pemberian obat secara gratis, untuk mempertahankan kesehatan hewan ternak pasca PMK.

“Sekarang ada program lanjutan setelah PMK mereda. Yaitu penyuntikan secara gratis yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK), untuk memastikan kesehatan hewan tetap terjaga,” kata Drh. Holidi selaku koordinator UPT Puskeswan Kecamatan Sakra Timur, Selasa (30/5/23).

Program itu, terang dia, dimulai sejak Januari 2023 lalu. Akan tetapi, program tersebut mengalami keterlambatan dikarenakan adanya kendala dalam pendistribusian obat, dari pusat ke daerah.

Di kecamatan Sakra Timur sendiri pada minggu lalu sudah mendapat jatah obat sebanyak 15 botol untuk 500 hewan ternak yang hanya bisa mengcover satu dusun di Desa Surabaya Utara.

Namun, saat pelaksanaan dilapangan ternyata jumlah hewan ternak melebihi jumlah yang diperkirakan, yakni sebanyak 1.750 ekor. Setelah dilaporkan, pihak Dinas Peternakan dan Kesehatan Kabupaten Lombok Timur kemudian menambah 17 botol obat.

Rencananya, program tersebut akan menyasar semua desa yang ada di Kecamatan Sakra Timur. Saat ini, imbuh dia, obat-obatan yang dimaksud sudah sampai di Lombok Timur.

“Jadi obatnya sudah ada, tinggal kita distribusikan saja nanti ke semua desa,” terangnya.

Nantinya, lanjut dia, pihaknya akan membuat jadwal pelayanan di masing-masing desa agar pelayanan bisa didapatkan oleh seluruh peternak secara merata. Hal itu mengingat terdapat beberapa dusun terpencil yang sulit untuk dijangkau.

Karenanya, pihaknya mempertimbangkan untuk memberikan pelayanan secara terpusat di masing-masing desa dengan melibatkan para kepala wilayah yang ada.

Saat yang sama, Holidi mengimbau kepada para peternak agar selalu tenang dalam menghadapi situasi, terlebih saat ini wabah penyakit menular PMK yang menjangkiti hewan ternak, sudah terkendali.

“Tapi tetap kita lakukan antisipasi melalui program pelayanan pengobatan secara gratis. Tapi nanti kita buat jadwalnya dulu, supaya tim yang kita luncurkan ke desa-desa itu berimbang sesuai jumlah populasi yang ada,” ungkapnya.

Adapun jenis obat yang diberikan pada program tersebut diantaranya adalah berupa vitamin, obat cacing, obat koreng berupa obat semprot, dan obat anti biotik.

Sebagai tambahan informasi, populasi hewan ternak di kecamatan Sakra Timur berjumlah sebanyak 9.900 ekor yang terdiri dari 8.000 ekor kambing, 1.700 ekor sapi, dan 200 ekor kerbau.

(PL/anas)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU