DAK Fisik Disnakeswan Lotim Senilai Rp 3 Miliar untuk Penambahan Ruang Laboratorium dan Gudang

LOTIM – PorosLombok.com | Proses tender Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik pada Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Lombok Timur sudah selesai dilakukan dan sudah penetapan pemenang.

Saat ini, kata Kepala Disnakeswan Lombok Timur Ir. Masyhur, SP, sudah memasuki masa persiapan pelaksanaan pembangunan fisik berupa penambahan ruang untuk laboratorium dan gudang di 10 Puskeswan.

“Kaitannya dengan DAK fisik kita, Alhamdulillah saat ini PPK bersama Kabid Keswan sedang keliling ke lokasi untuk melihat secara langsung kondisi di lapangan,” ungkapnya kepada poroslombok.com, Selasa (6/6/23).

Adapun Puskeswan yang mendapatkan program rehabilitasi tersebut diantaranya adalah Puskeswan Sikur, Montong Gading, Masbagik, Pringgasela, Sakra, Keruak, Selong, Suralaga, Sambalia, dan Puskeswan Aikmel.

Saat ini, jelas dia, kesepuluh Puskeswan dimaksud sudah mulai dikosongkan. Jika tidak ada kendala, pengerjaan sudah bisa dimulai pekan depan.

Berdasarkan perjanjian dalam kontrak kerja yang disepakati, durasi waktu pengerjaan selama 2 bulan kalender. Karena itu, ia memberikan estimasi penyelesaian proyek tersebut akan selesai selambat-lambatnya bulan Agustus mendatang.

“Sesuai kontrak, masa pengerjaannya selama dua bulan. Insyaallah bisa diselesaikan tepat waktu, sesuai schedule,” yakinnya.

Jumlah pagu anggaran untuk sepuluh Puskeswan tersebut sebesar Rp 3 Miliar, dengan nilai masing-masing Puskeswan yang berpariasi, tergantung tingkat kerusakannya.

Pihak Disnakeswan sendiri mengaku sangat bersyukur dan antusias dan terus memberikan suport agar program tersebut dapat diselesaikan secepatnya.

Pasalnya, dengan adanya laboratorium di sepuluh Puskeswan akan menunjang program pelatihan yang dilaksanakan oleh para dokter hewan kepada mahasiswa dari Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA) Fakultas Kedokteran Hewan.

“Nah kalo sudah jadi lab ini, kita akan secepatnya membangun kerjasama dengan UNDIKMA. Karna nanti ada laboratoriumnya tempat mereka praktik,” ungkapnya.

Keuntungan lainnya dengan adanya lab tersebut, penanganan hewan ternak yang sakit bisa lebih epektif dan efisien. Sebab selama ini, terhadap hewan yang sakit dan memerlukan diagnosis harus dibawa ke Denpasar, Bali.

Soal ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM), menurut dia, Lombok Timur sudah sangat siap, karena masing-masing Puskeswan sudah memiliki dokter hewan dan paramedik yang akan mengoperasikan laboratorium tersebut.

“Dengan adanya laboratorium ini, para lulusan UNDIKMA bisa menjadi dokter hewan (Drh). Selama ini kan mereka hanya sampai di tingkat Sarjana Kesehatan Hewan (SKH) saja, karna tidak ada lab tempatnya praktik,” pungkasnya.

(PL/anas)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU