Pohon Jomblo di Savana Bale Tepak Sebagai Habitat Burung Komodrong Hingga Penanda Kedatuan Pejanggik

Lombok Tengah – PorosLombok.com | Savana Bale Tepak yang berlokasi di dusun Repok Tepak, Kecamatan Praya, Lombok Tengah, selain keindahan alam savananya rupanya menyimpan cerita unik dari keberadaan pohon loam atau yang biasa disebut masyarakat sekitar sebagai pohon rae.

Pohon yang berdiri sendiri di sekitar savana tersebut menjadi salah satu objek andalan hingga banyak masyarakat yang menyebutnya sebagai pohon Jomblo.

Tidak hanya posisinya yang sendiri, namun rupanya pohon loam atau pohon rae itu menyimpan cerita unik, dari mulai keberadaannya yang langka, hingga menyimpan cerita masa lampau kedatuan pejanggik di Lombok Tengah.

Bagi masyarakat pulau Lombok Tengah mungkin kurang familiar tentang keberadaan pohon loam atau rae ini.

Pohon yang mirip seperti pohon asam jawa ini memang keberadaannya saat ini sudah mulai sedikit, lantaran banyak masyarakat yang menebang pohon tersebut baik untuk dijadikan kayu bangunan ataupun untuk kayu bakar.

Mengingat memang kayu loam menjadi salah satu jenis kayu yang kuat dijadikan bahan bangunan dan sangat diminati untuk dijadikan kayu bakar.

Pengelola Wisata Savana Bale Tepak, Akbar Tanjung mengaku jika dahulunya buah rae tersebut juga biasa di makan oleh masyarakat sekitar lantaran buahnya yang enak.

“Dulu banyak disini, tapi karena kayunya yang bagus hingga banyak masyarakat yang menggunakannya sebagai kayu bakar untuk open tembakau,” ucap Tanjung, Jumat (28/7/2023).

Selain buahnya yang enak, pohon loam atau pohon rae dipercaya masyarakat sekitar sebagai patok atau pembatas wilayah kerjaan Pejanggik yang ada di Lombok Tengah.

Memang jika melihat sebarannya, pohon ini hanya ada di bagian Lombok Tengah dan sebagian Lombok Timur bagian selatan, identik dengan daerah-daerah kering.

Usut punya usut, keberadaan pohon loam atau rae ini juga menjadi bukti bahwa ada satu spesies burung endemik Lombok yakni burung komodrong masih ada disekitaran Savana Bale Tepak.

“Memang pernah saya lihat itu (Komodrong), warnanya putih dan kecil, kepala sedikit mirip seperti burung kakak tua,” tuturnya.

Akan tetapi, seiring jaman, pohon ini mulai jarang dijumpai, dikarenakan kurang dilindunginya oleh pemerintah setempat.

Padahal melihat pentingnya keberadaan pohon tersebut sebagai habitat burung komodrong dan cerita kedatuan pejanggik, pohon itu merupakan aset sejarah atau aset pariwisata kekayaan alam di pulau ini yang harus lebih diperhatikan.

Lebih-lebih dewasa ini, maraknya penebangan liar yang terjadi pada pohon loam atau rae ini membuat keberadaan pohon ini mulai langka.

“Karena memang pohon buak rae atau loam ini lebih kuat daripada pohon mahoni,” kata Tanjung.

Tanjung berharap, dengan keberadaan pohon tersebut di Savana Bale Tepak mulai diperhatikan oleh pemerintah setempat.

Karena pohon loam atau rae yang menjadi habitat burung endemik Lombok Komondrong sudah mulai sedikit sebarannya.

“Jangan menunggu anak cucu kita hanya mendapat cerita saja tentang keberadaan pohon loam dan burung Komodrong atau bahkan pohon yang dipercaya nenek moyang kita sebagai patok (batas wilayah) datok Pejanggik di Lombok Tengah,” tutupnya.

(Yami Ulandari/PL)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU