Inspiratif, Masyarakat Bagik Nyaka Santri Tunjukkan Etika Kritik Dengan Tindakan Nyata

LOMBOK TIMUR – PorosLombok.com | Desa Bagik Nyaka Santri, ya nama desa dengan konotasi religius itu memang layak untuk disematkan kepada desa yang berada di wilayah kecamatan Aikmel itu, lantaran terdapat beberapa pondok pesantren di dalamnya.

Beberapa pondok pesantren tersebut diantaranya Ponpes Al-Mannan, Ponpes As-Sunnah, dan beberapa Ponpes lainnya yang selalu saling menghormati dan menghargai daintara yang satu dengan lainnya.

Suasana desa yang kental dengan iklim pondok pesantren itu telah mempengaruhi karakter masyarakatnya, baik dalam kehidupan bermasyarakat, sosial, ekonomi, dan bahkan dalam prilaku politik yang mengedepankan etika.

Dalam melakukan kritik misalnya, masyarakat Desa Bagik Nyaka Santri telah memberikan contoh nyata tentang bagaimana etika dalam mengkritik pemerintah tanpa harus melakukan aksi demonstrasi untuk dapat memunculkan perubahan yang positif.

Salah satu contoh etika yang patut dicontoh adalah, dimana masyarakat desa tersebut melakukan aksi nyata sebagai simbol kritik atas sikap Pemerintah Desa (Pemdes) ketika merasa tidak diperhatikan.

Hal yang dimaksud adalah ketika masyarakat BNS bergotong royong dalam mengumpulkan dana dan sumber daya untuk merabat jalan sepanjang 370 meter. Dana yang digunakan untuk proyek ini sepenuhnya berasal dari sumbangan dan swadaya masyarakat setempat.

Karang Taruna BNS, sebagai lembaga yang dipercayai masyarakat, mengumpulkan sumbangan berupa barang dan uang untuk proyek tersebut. Kemudian bersama-sama dengan masyarakat, mereka bekerja keras pada malam hari untuk menyelesaikan proyek tersebut.

Selain masyarakat, pondok pesantren di BNS juga turut andil dengan menyumbangkan semen dalam jumlah besar.

Ketua Karang Taruna BNS H. Arifin menjelaskan, bahwa semangat gotong royong dalam proyek ini merupakan hasil dari kritik yang dilakukan dengan etika.

Dia menegaskan bahwa mengkritik tidak selalu harus berujung pada aksi turun ke jalan yang kerab memicu keributan.

“Masyarakat telah mengkritik kondisi jalan dusun ini tanpa mendapat perhatian. Dari sinilah masyarakat berinisiatif untuk bergotong royong dan membiayai perabatan jalan ini,” ungkap H. Arifin kepada awak media, Senin (11/9/2023).

Inisiatif dan semangat gotong royong yang ditunjukkan oleh masyarakat BNS adalah contoh positif bagaimana kritik yang dibarengi dengan tindakan yang konstruktif dapat membawa perubahan yang nyata dalam masyarakat.

“Alhamdulillah, patut kita syukuri bahwa masyarakat BNS telah menunjukkan kritik dengan cara yang elegant. Yaitu dengan tindakan nyata yang konstruktif,” demikian H. Arifin.

Editor: anas

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU