Lombok Timur, PorosLombok.com –
Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Kabupaten Lombok Timur berhasil penuhi target yang diberikan Bapenda Provinsi NTB, bahkan dari hasil pengumpulan pajak kendaraan tersebut mengalami surplus (Kelebihan-red) selama tahun 2023.
Hal tersebut disampaikan Kepala Samsat Lombok Timur, H.Abdul Aziz, M.M saat ditemui PorosLombok di ruang Kerjanya, Pada Selasa (02/01).
Dijelaskannya, target yang diberikan untuk Samsat Lombok Timur di tahun 2023 sebanyak Rp 88,4 Milyar dan per tanggal 23 Desember berhasil tercapai 100 %, dengan surplus sebesar Rp 1,5 Milyar, sehingga secara komulatif Bapenda NTB telah memenuhi target sesuai yang ditetapkan.
“Alhamdulillah sesuai harapan kita namun kedepannya kita akan terus kuatkan kolaborasi dengan pihak terkait baik dengan Polri dan Jasa raharja,”ungkapnya.
Di tahun 2024 kata Abdul Azis, Samsat Lombok Timur kembali diberikan target melebihi tahun sebelumnya yakni Rp 98 Milyar sehingga mengalami penambahan sebesar Rp. 7,6 Milyar namun pihaknya optimis bisa menyelesaikan target tersebut tepat waktu.
“Maka sekarang kita telah menyusun target harian kita yang dimana kita harus mengumpulkan pajak diangka Rp 330 Juta,” ungkapnya.
Dihari pertama di tahun 2024, Samsat Lotim hanya bisa mencapai 78 % dari target harian sehingga tentu butuh kerja Ekstra untuk memenuhi hal tersebut, namun pihaknya optimis dengan adanya penambahan jumlah kendaraan baru di Lombok Timur dari data yang masuk ke sistem menjadi potensi peningkatan jumlah pajak di tahun 2024.
Adapun langkah-langkah yang akan dilakukan selain memberikan pelayanan yang optimal, tentu memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam hal pembayaran pajak kendaraan, salah satunya layanan mobile di beberapa wilayah, kemudian dengan sistem jemput bola (Samsat Delivery)
“Jadi masyarakat bisa menelpon petugas, dan nanti akan di kunjungi kerumahnya dan langsung bayar pajak di tempat,” tandasnya.
Tak hanya itu, Samsat Lotim juga kini telah menyediakan aplikasi pembayaran pajak kendaraan yang bisa diakses dari hp masing-masing, sehingga tidak ada alasan bagi masyarakat untuk menunggak pembayaran pajak kendaraan mereka.
“Jadi jika ada yang sibuk bekerja, bisa bayar pajak dari kantor ataupun dari rumah menggunakan aplikasi, namun tentu, masyarakat menunggak pajak banyak faktor seperti kondisi ekonomi dan sebagainya,” ujarnya.
Abdul Azis berharap, di tahun 2024 ini masyarakat Lombok Timur sadar akan pentingnya membayar pajak kendaraan, mengingat pajak tersebut juga masuk kedalam asuransi Jasa Raharja, apalagi Lombok Timur merupakan wilayah yang termasuk tinggi angka kecelakaan lalu lintas.
“Jadi pajak ini keuntungan kita bersama, karena kita tidak tau apa yang akan terjadi saat kita mengendarai mobil ataupun motor di jalan raya, jadi mari hidupkan pajak kendaraan kita masing-masing,” pungkasnya.
(Arul/PorosLombok)















