Lombok Timur, PorosLombok.com –
Kenaikan harga beras terus meningkat, sehingga tahun ini tercatat paling tinggi sepanjang sejarah di Indonesia. Di Lombok Timur sendiri, saat ini harga beras premium naik ke angka Rp 17 ribu per kg, sementara beras medium naik hingga mencapai Rp14 ribu per kg.
Kepada PorosLombok, Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi pada Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Lombok Timur, pada Rabu (28/02) Lalu Mustiarep menyampaikan, Kenaikan harga beras di Lombok Timur dipicu sejumlah faktor, diantaranya dampak El Nino yang menyebabkan terjadinya pergeseran musim tanam, hingga pengepul luar daerah yang bebas keluar masuk untuk membeli gabah dengan harga yang cukup tinggi kepada petani bahkan mengalahkan Bulog.
“Terlalu banyak yang lalu lalang (pengepul luar) beli gabah. kemarin langsung ke sawah plat L plat B itu ambil di sawah dan harganya lebih tinggi dari Bulog,” ucap Mustiarep.
Hal itu lanjut dia, yang membuat petani ramai menjual gabahnya ke orang luar dibanding Bulog. Sehingga, Pemerintah Provinsi NTB juga harus mengeluarkan Pergub terkait bebasnya pengepul luar daerah membeli dan mengirimkan gabah melalui dermaga.
“Artinya sebelum terisi Bulog jangan dulu dikasih keluar stok kita,” katanya.
Meski begitu dia memastikan ketersediaan beras di Bulog juga masih terpenuhi, apalagi Lombok Timur menjadi daerah terakhir yang melakukan impor beras, sedang daerah lain dikabarkan sudah melakukan impor pada bulan-bulan yang lalu.
Saat ini, Pemda juga belum mengambil ancang-ancang akan melakukan impor, dikarenakan masih melihat kemampuan daerah dalam menghadapi persoalan harga beras yang naik ini.
“Kita lihat dulu, kita posisi bertahan maksimalnya kita pertahankan harga, kalau kemudian sambil kita menunggu panen mulai yang mulai sekitar Maret atau April. Perkiraan awal maret sudah mulai,” tekannya.
Sedang untuk mengatasi persoalan harga beras yang menjulang tinggi ini, Pemerintah Daerah (Pemda) Lombok Timur juga sudah mulai menggencarkan operasi pasar dan bantuan pangan dan menargetkan beras yang tersalur lewat operasi pasar dan bantuan pangan ini akan dimaksimalkan dan diharapkan habis sebelum bulan Puasa mendatang.
“Kami lakukan operasi pasar dan bantuan pangan yang di KK miskin itu dimaksimalkan bulan ini, dan Bulog sebelum puasa sudah habis disalurkan bantuan pangannya,”pungkasnya.
(Aruk/PorosLombok)














