LOTIM – PorosLombok.com | Capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dikelola oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lombok Timur dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan.
Untuk dapat melihat peningkatan itu tentu tidak bisa dari satu sisi saja, tetapi harus dilihat dari dua sisi yang berbeda. Dengan kata lain bahwa peningkatannya tidak saja dilihat dari segi persentasi saja, tetapi juga dari segi Progress.
Menurut pemaparan Kepala Bapenda Lombok Timur Muksin, SKM.,MM, pada tahun 2022 capaian PAD Bapenda sebesar Rp. 91 Miliar. Dan pada tahun 2023 mengalami peningkatan yakni sebesar Rp. 112,8 Miliar
“Kan berarti terjadi peningkatan sebesar 21.8 Miliar,” papar Muksin kepada poroslombok.com, Kamis (29/2/2024).
Peningkatkan ini, menurut dia, sangat pantastis. Sebab, dengan kondisi anggaran daerah yang sangat tidak memungkinkan PAD tahun 2023, bila dibandingkan dengan anggaran tahun 2022.
Namun begitu, sebagai dirigen Muksin terus menyuntukkan semangat serta dorongan motivasi kepada semua unsur yang ada di Bapenda, maka pada tahun 2022 terjadi juga peningkatan PAD pada Bapenda.
Muksin mengulas, jika dibandingkan pada tahun 2021 dengan capaian sebesar Rp. 79 Miliar, dan meningkat pada tahun 2022 menjadi Rp. 91 Miliar, maka dapat dilihat sebagai peningkatan selama dua tahun secara berturut-turut.
“Dan PAD Lotim secara keseluruhan untuk tahun 2023 kemaren terjadi peningkatan sebesar 64 Miliar. Berarti kan sangat pantastis juga peningkatkannya,” sebutnya.
Meski begitu Muksin tak menampik jika realisasi capaian PAD tahun 2023 tidak mencapai target. Hal itu lantaran target pada tahun 2023 meningkat secara signifikan bila dibanding tahun sebelumnya.
Dia merinci, pada tahun 2021 target PAD Bapenda sebesar Rp. 121 Miliar dengan capaian Rp. 79.5 Miliar. Tahun 2022 target Rp. 124 Miliar tercapai Rp. 91 Miliar. Dan tahun 2023 target sebesar Rp. 288 Miliar dengan capaian Rp. 112.5 Miliar.
“Dengan kenaikan target sebesar itu tentu sulit untuk bisa tercapai. Tetapi alhamdulillah secara progres capaian kita mengalami peningkatan,” katanya.
Atas hasil positif itu, Muksin tak segan memuji semangat semua stakeholder terkait yang terus berjibaku berjuang untuk mengoptimalkan PAD agar betul-betul perjuangan dari semua lini tersebut dapat berhasil dan berjalan dengan baik.
“Tumben-tumbennya geliat semangat bersama dan semua terlibat sampai dengan APH seperti TNI/Polri dan Kejari,” ungkapnya.
Selanjutnya, Muksin merasa sangat optimis untuk bisa terus meningkatkan capaian PAD pada tahun 2024 ini. Hal itu didasari atas telah dilakukannya pemetaan potensi sebaran PAD di Lombok Timur.
Setelah dilakukan pemetaan secara ditail dan terperinci, maka pihaknya akan melakukan pengelolaan dengan skala prioritas. Diantara potensi yang diprioritaskan seperti MBLB yang terus digenjot pengawasannya, termasuk PBB, BPHTB, restoran, hotel, reklame, hiburan, air bawah tanah, dan pajak parkir.
“Semua ini menjadi intervensi serius yang terus dioptimalkan, agar peningkatan PAD pada tahun 2024 ini lebih pantastis lagi dari tahun sebelumnya,” yakinnya penuh semangat.
Terkait besaran insentif yang ia terima dan menjadi sorotan pada sebuah pemberitaan, Muksin mengatakan bahwa hal itu sudah sangat jelas sesuai yang diatur pada Peraturan Pemerintah, dimana reward dari capaian prestasi PAD yang ada.
Adanya insentif yang didapatkan itu terurai pada semua jajaran yang ada, mulai dari tingkat dusun, desa, kecamatan dan kabupaten termasuk OPD pendukung yang berperan membantu optimalisasi PAD tersebut.
“Dan ini berlaku pada OPD pengelola PAD di seluruh Indonesia,” jelas Muksin memungkasi.
(Anas/PL)















