LOTIM – PorosLombok.com || Warga di Dusun Montong Belae Timur, Desa Montong Belae, Kecamatan Keruak, masih terus dihadapkan dengan bau tak sedap yang dihasilkan oleh aktivitas kandang ayam.
Padahal tahun 2021 lalu beberapa pihak terkait sudah meneken kesepakatan untuk menutup dan menghentikan aktivitas kandang ayam tersebut, akan tetapi sampai saat ini masih beroperasi.
Parahnya lagi ketika coba dikonfirmasi oleh awak media, Kepala Satuan Pol PP dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Lombok Timur masih enggan untuk memeberikan tanggapan terhadap keluhan yang dilontarkan masyarakat Montong Belae.
Sementara Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu ( DPMPTSP ) justru mengambil sikap berbeda, yang justru mempertimbangkan untuk mencabut izin kandang itu apabila melanggar aturan.
Akan tetapi pada Pengajuan izin usaha ternak tersebut sebelumnya diketahui dilakukan melalui online Submission Single ( OSS ) dengan memperhatikan tata ruang dan Surat Pernyataan Pengelolaan Lingkungan ( SPPL ), yang dimana apabila item tersebut tidak dipenuhi boleh dibuatkan berita acara pencabutan izinnya.
“Ketika pengajuan OSS Secara mandiri memang disana ditekankan beberapa hal diantaranya tata ruang dan pengelolaan lingkungan, apabila itu tidak memenuhi boleh dicabut izinnya,”terang Kepala DPMPTSP, Husnul Basri Kepada awak media Sabtu (06/04/2024).
Husnul menegaskan, mencabut izin kandang tersebut bisa saja apabila merusak dan tidak memenuhi kriteria, akan tetapi yang berhak mengklaim baik dan tidak baiknya terhadap lingkungan adalah Dinas Lingkungan Hidup, sehingga pencabutan izin bisa dilakukan apabila ada rekomendasi Dari pihak terkait.
“Semua bisa dicabut selama melanggar aturan, semisal merusak lingkungan bisa, tetapi yang berhak mengklaim merusak adalah DLH, dan bisa saja direkomendasikan untuk dicabut di OSS,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, koordinator sanitarian Puskesmas Keruak Yayuk Widiasih kepada awak media menjelaskan, keberadaan lalat yang ditimbulkan akibat bau menyengat dari kandang ayam tersebut semakin hari kian bertambah banyak.
Jika tidak segera diatasi, dikhawatirkan akan menimbulkan wabah penyakit seperti diare, cacingan, ispa, dan penyakit lainnya. Tetapi yang paling dominan terjadi adalah penyakit diare karena berasal dari makanan yang dihinggapi lalat.
(Anas/PL)















